logo-website
Selasa, 12 Mei 2026,  WIT

IPMADO Desak DPR Papua Tengah Bentuk Pansus Usut Tuntas Tragedi Dogiyai Berdarah

IPMADO menyerahkan pernyataan sikap resmi ke Kantor DPR Papua Tengah menuntut pengungkapan menyeluruh peristiwa yang kini dikenal sebagai “Dogiyai Berdarah”

Papuanewsonline.com - 12 Mei 2026, 08:21 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

IPMADO saat mendatangi Kantor DPR Papua Tengah untuk menuntut pengungkapan menyeluruh peristiwa yang kini dikenal sebagai “Dogiyai Berdarah”, pada Senin (11/5/2026).

Papuanewsonline.com, Nabire – Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) menyerahkan pernyataan sikap resmi ke Kantor DPR Papua Tengah, Senin (11/5/2026), menuntut pengungkapan menyeluruh peristiwa yang kini dikenal sebagai “Dogiyai Berdarah”. Aksi ini merespons rentetan kejadian 31 Maret hingga 2 April 2026, bermula dari ditemukannya jasad anggota polisi Bripda Jufentus Edowai, yang kemudian diikuti operasi gabungan aparat.


Menurut versi masyarakat, pengejaran dan penyisiran yang dilakukan dinilai sebagai tindakan balas dendam yang menimpa warga sipil.

Data yang dicatat IPMADO menyebutkan sedikitnya lima warga sipil tewas, termasuk anak-anak dan lansia, serta sejumlah lainnya luka tembak dan masih dirawat. Salah satu korban adalah anak berusia 11 tahun bernama Maikel Waine.

Dalam dokumen berisi 21 poin tuntutan, mereka meminta Komnas HAM dan pihak berwenang mengusut tuntas seluruh kejadian, membentuk panitia khusus investigasi independen, serta menghentikan pendekatan militeristik yang dinilai membahayakan keselamatan warga.


Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, Jhon Gobai, menerima langsung dokumen tersebut dan menegaskan komitmen dewan mengawal kasus ini secara transparan.

“Kami akan buka kasus ini terang benderang, siapa pun pelakunya harus diusut. Aspirasi ini akan segera kami sampaikan ke Kapolda dan pemerintah terkait agar ditindaklanjuti,” ujar Gobai.

 Ia juga mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk berani memberikan informasi demi kejelasan fakta dan keadilan bagi korban.

“Terima kasih kepada seluruh elemen yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Semoga langkah ini menjadi awal kebenaran terungkap sepenuhnya, pelaku dihukum sesuai hukum, dan kedamaian segera pulih kembali di tanah Dogiyai tercinta,” ujar koordinator aksi, Yatate Agapa.

Harapan besar disampaikan agar kasus ini tidak berhenti sekadar menjadi isu, tetapi selesai secara tuntas dan adil.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE