logo-website
Minggu, 01 Feb 2026,  WIT

JUMLAH INVESTOR PASAR MODAL PAPUA NAIK 24,7% TAHUNAN, CAPAI 128 RIBU ORANG

Bursa efek mencatat tren pertumbuhan yang positif pada jumlah investor pasar modal di wilayah Papua

Papuanewsonline.com - 23 Jan 2026, 00:53 WIT

Papuanewsonline.com/ Ekonomi

Tampak logo Bursa Efek Indonesia.

Papuanewsonline.com, Jayapura – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tren pertumbuhan yang positif pada jumlah investor pasar modal di wilayah Papua. Per Desember 2025, tercatat sebanyak 128.249 orang telah terdaftar sebagai investor, meningkat sebanyak 25.403 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 102.846 orang. Kepala Wilayah Papua BEI Perwakilan Papua, Kresna Payokwa, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut setara dengan kenaikan sekitar 24,7% secara tahunan (year-on-year). 

"Capaian yang diraih ini menjadi bukti bahwa literasi dan inklusi pasar modal di Papua terus menunjukkan perkembangan yang baik," ujarnya. 

Menurut Kresna, peningkatan tersebut menggambarkan bahwa masyarakat mulai menyadari bahwa investasi tidak hanya menjadi hak prerogatif penduduk kota besar, melainkan juga terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat di daerah.

 "Peningkatan jumlah investor tidak terlepas dari upaya edukasi yang kami lakukan secara konsisten dan berkelanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan terkait," tambahnya. 

Ia menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program literasi pasar modal yang digencarkan, seperti kegiatan sosialisasi menyeluruh, penyelenggaraan sekolah pasar modal, serta pembukaan Galeri Investasi di berbagai lokasi termasuk kampus, sekolah, dan instansi pemerintah daerah. 

Selain itu, pemanfaatan kanal digital juga memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong minat masyarakat untuk memulai berinvestasi. Kemudahan akses informasi, termasuk proses pembukaan rekening efek secara daring, membuat masyarakat semakin percaya diri untuk mengenal dan memanfaatkan berbagai instrumen pasar modal yang ada. 

Memasuki tahun 2026, BEI Papua menyampaikan rasa optimisme bahwa prospek pertumbuhan investor pasar modal di wilayah ini akan tetap terjaga. Dengan mengacu pada laju pertumbuhan tahun sebelumnya, jumlah investor diproyeksikan akan terus bertambah dalam kisaran 20 hingga 25%. 

"Proyeksi ini didukung oleh penguatan program edukasi dan literasi pasar modal yang akan dilakukan secara lebih masif, perluasan jaringan Galeri Investasi, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap pasar modal nasional," jelas Kresna. 

Sebagai informasi tambahan, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menetapkan target penambahan 2 juta investor pasar modal untuk tahun 2026. Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menyampaikan bahwa target tersebut membutuhkan dukungan seluruh pelaku pasar. 

"Mudah-mudahan target ini dapat tercapai. Tentunya hal ini sangat memerlukan peran aktif dari para pelaku pasar, baik sekuritas, bank kustodian, maupun agen penjual lainnya untuk menarik lebih banyak masyarakat Indonesia untuk menjadi investor pasar modal," katanya. 


Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE