logo-website
Senin, 01 Jun 2026,  WIT

Keluarga Kehilangan Kontak dengan Mama Yasinta, Minta Negara Pastikan Keselamatan

Keluarga mengaku tidak dapat berkomunikasi dengan Mama Yasinta Moewen sejak sehari setelah video dirinya viral. Mereka meminta perlindungan dan pendampingan lembaga negara untuk memastikan kondisi serta kebebasan perempuan adat tersebut.

Papuanewsonline.com - 01 Jun 2026, 12:15 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Keluarga Mama Yasinta Moewen saat menyampaikan keterangan kepada publik terkait hilangnya komunikasi dengan tokoh perempuan adat Papua tersebut.

Papuanewsonline.com, Merauke - Keluarga Mama Yasinta Moewen mengaku kehilangan kontak dengan tokoh perempuan adat Papua itu sejak Minggu, 24 Mei 2026, atau sehari setelah video yang menampilkan dirinya viral dan menjadi perhatian publik. Hingga kini, keluarga menyatakan belum memperoleh kepastian mengenai keberadaan maupun kondisi Mama Yasinta.


Dalam keterangan yang disampaikan kepada publik, keluarga menyebut komunikasi terakhir dengan Mama Yasinta terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026. Namun sejak keesokan harinya, berbagai upaya untuk menghubungi dirinya disebut tidak lagi mendapatkan respons.

Menurut keluarga, situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena Mama Yasinta yang sebelumnya masih dapat berkomunikasi secara normal, mendadak tidak dapat dihubungi. Keluarga menduga Mama Yasinta berada dalam tekanan dan tidak dapat berkomunikasi secara bebas dengan pihak keluarga.

Keluarga juga mengklaim bahwa pada malam 24 Mei 2026, Mama Yasinta tidak berada di kediamannya dan diduga bermalam di Kampung Wogekel, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke. Sehari setelahnya, berdasarkan informasi yang mereka peroleh, Mama Yasinta diduga dipindahkan ke lokasi lain tanpa sepengetahuan pihak keluarga.

Selama beberapa hari berikutnya, keluarga mengaku sama sekali tidak mengetahui keberadaan perempuan adat tersebut. Kondisi itu baru sedikit terjawab ketika pada Jumat, 29 Mei 2026, mereka menerima komunikasi yang menyebut Mama Yasinta berada di Jakarta.

Dalam komunikasi tersebut, Mama Yasinta disebut meminta sejumlah dokumen identitas keluarga, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), karena akan melakukan pertemuan dengan Presiden. Namun demikian, keluarga mengaku masih belum mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai kondisi maupun situasi yang sedang dihadapi Mama Yasinta.

Kekhawatiran keluarga semakin bertambah karena hingga saat ini mereka merasa belum memperoleh kepastian apakah Mama Yasinta dapat mengambil keputusan secara bebas tanpa tekanan dari pihak mana pun. Mereka juga menduga terdapat pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan yang berkaitan dengan konflik tanah adat dan proyek pembangunan di Papua.

Atas dasar itu, keluarga meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), serta Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) untuk ikut mengawal persoalan tersebut. Mereka berharap keselamatan, hak-hak, serta kebebasan Mama Yasinta sebagai warga negara tetap mendapat perlindungan.

Keluarga juga meminta pihak yang membawa atau mendampingi Mama Yasinta saat ini untuk memberikan kejelasan mengenai keberadaan dan kondisinya. Hingga berita ini ditulis, seluruh informasi tersebut masih berdasarkan pernyataan dan dugaan dari pihak keluarga. Belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut terkait berbagai tudingan yang disampaikan. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE