KKSS Mimika Rayakan HUT ke-49, Tekankan Filosofi Bugis-Makassar sebagai Perekat Persaudaraan
Perayaan HUT KKSS ke-49 di Gedung Eme Neme Yauware menjadi momentum silaturahmi besar warga Sulawesi Selatan di Mimika, sekaligus penegasan pentingnya nilai Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge
Papuanewsonline.com - 27 Nov 2025, 02:58 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Mimika - Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 dengan penuh kebersamaan di Gedung Eme Neme Yauware, Rabu (26/11/2025). Acara ini menjadi momentum penting yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat Sulawesi Selatan yang telah menetap dan berkontribusi bagi Mimika selama puluhan tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KKSS, Abdul Rivai Ras,
mengajak seluruh warga Sulsel untuk terus memegang teguh tiga prinsip budaya
Bugis-Makassar, yakni Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge. Menurutnya,
nilai-nilai ini bukan hanya identitas budaya, tetapi juga pedoman hidup dalam
menjaga hubungan sosial yang rukun dan saling menghargai.
Ia menekankan bahwa nilai tersebut harus dijaga dan
diterapkan di tanah rantau agar warga Sulsel dapat terus memberi manfaat bagi
Mimika, Papua, dan Indonesia secara luas. Rivai juga menyinggung bahwa sekitar
16 juta warga Sulawesi Selatan kini tersebar di berbagai negara, menandakan
kuatnya tradisi merantau yang menjadi bagian dari karakter masyarakat Sulsel.
Ketua DPW KKSS Papua Tengah, Amirullah Hasyim, menegaskan
bahwa perayaan HUT ini tidak hanya dirayakan sebagai seremoni tahunan, tetapi
juga sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendiri KKSS yang sejak 12
November 1976 telah membangun jejaring persaudaraan tanpa embel-embel politik.
Ia menyebut organisasi ini selalu siap mendukung kebijakan pemerintah, terutama
dalam sektor ekonomi.
Sementara itu, Ketua BPD KKSS Mimika, Iwan Anwar,
menggarisbawahi bahwa warga KKSS memiliki sejarah panjang dalam perjalanan
pembangunan Mimika. Ia menyebut beberapa tokoh dari KKSS yang pernah menduduki
posisi strategis, mulai dari ketua lembaga legislatif hingga pejabat
pemerintahan daerah.
Iwan menegaskan bahwa warga KKSS akan terus mendukung
program-program pembangunan pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab moral dan
sosial. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Baruga Center akan menjadi ruang
kontribusi baru KKSS bagi masyarakat Mimika, sekaligus wadah kolaborasi yang
terbuka bagi suku asli Amungme dan Kamoro.
Menurutnya, kehadiran Baruga Center menjadi bukti bahwa KKSS
ingin memberi manfaat nyata bukan hanya bagi perantau Sulsel, tetapi juga bagi
masyarakat Papua. Ia menegaskan kembali filosofi yang selalu dipegang warga
Sulsel ketika hidup di tanah orang lain: “Di mana tanah dipijak, di situ langit
dijunjung.”
Perayaan HUT ke-49 ini ditutup dengan suasana meriah dan
penuh kekeluargaan, menandai komitmen KKSS Mimika untuk terus menjaga persatuan
dan berkontribusi dalam pembangunan sosial maupun ekonomi di kabupaten yang
menjadi rumah bagi berbagai suku dan budaya tersebut.
Penulis: Jid
Editor: GF