logo-website
Jumat, 09 Jan 2026,  WIT

LEMASA Mimika Bersiap Gelar Musyawarah Adat, Perkuat Komitmen Menjaga Jati Diri Suku Amungme

Musyawarah Adat menjadi momentum konsolidasi masyarakat adat Amungme dan Kamoro untuk merawat nilai budaya di tengah arus modernisasi

Papuanewsonline.com - 07 Jan 2026, 07:11 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Suasana pertemuan Musyawarah Adat (MUSDAT) Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) Kabupaten Mimika

Papuanewsonline.com, Timika — Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) Kabupaten Mimika menyatakan kesiapan untuk menggelar Musyawarah Adat (MUSDAT) sebagai bagian dari upaya mempertahankan dan memperkuat warisan adat serta budaya Suku Amungme di wilayah Mimika.


Rencana pelaksanaan MUSDAT ini menjadi momentum penting, mengingat kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari deklarasi awal LEMASA yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 1994 di Desa Harapan, Kwamki Lama, Timika. Musyawarah adat ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi masyarakat adat.

Salah satu tokoh adat Amungme, Paulus Pinimet, menyampaikan ajakan kepada seluruh masyarakat Amungme dan Kamoro untuk bersama-sama mendukung dan menghadiri MUSDAT LEMASA. “Mari saudara dan saudari ku, kita bergandeng tangan menuju MUSDAT - LEMASA,” katanya, seraya menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai adat.

Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan adat dan budaya Amungme harus terus dipertahankan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, sehingga identitas masyarakat adat tidak tergerus oleh perubahan sosial dan perkembangan modern.

Sejarah berdirinya LEMASA tidak terlepas dari peran para tokoh adat Amungme yang hadir dalam deklarasi tahun 1994, di antaranya Thomas Beanal, Yohanes Pinimet, dan Benny Tsenawatme. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan lembaga adat hingga saat ini.

MUSDAT LEMASA nantinya diharapkan menjadi wadah resmi bagi masyarakat Amungme untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan adat, budaya, serta keberlangsungan nilai-nilai lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi langkah awal bagi kami untuk memperkuat identitas adat Amungme dan mempromosikan kebudayaan lokal,” ujar Paulus Pinimet dalam pernyataannya.

Melalui pelaksanaan MUSDAT ini, LEMASA Kabupaten Mimika berharap dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat Amungme dan Kamoro akan pentingnya menjaga persatuan, identitas adat, serta peran budaya sebagai fondasi kehidupan sosial di Mimika.

 

Penulis: Hend

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE