logo-website
Jumat, 09 Jan 2026,  WIT

Tari dan Nyanyian Adat Kamoro Warnai Awal Tahun 2026, Warga Kampung Nawaripi Pererat Persaudaraan

Tradisi turun-temurun masyarakat Suku Kamoro kembali digelar di Kampung Nawaripi sebagai simbol kebersamaan, silaturahmi, dan keharmonisan antara warga adat dan aparatur pemerintah kampung

Papuanewsonline.com - 05 Jan 2026, 19:42 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Masyarakat Suku Kamoro bersama aparatur Pemerintah Kampung Nawaripi berpose usai menggelar tarian dan nyanyian adat di depan Kantor Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (5/1/2026).

Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana awal Tahun Baru 2026 di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, diwarnai dengan tarian dan nyanyian adat khas Suku Kamoro yang berlangsung di depan Kantor Pemerintah Kampung, Selasa (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda kebersamaan sekaligus sarana memperkuat silaturahmi antara masyarakat adat dan aparatur kampung.


Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi hiburan pembuka tahun, melainkan juga memiliki makna sosial yang mendalam bagi warga Nawaripi. Tarian dan nyanyian adat dipersembahkan sebagai ungkapan sukacita, rasa syukur, serta ajakan untuk memulai tahun baru dengan hubungan yang harmonis dan penuh persaudaraan.

“Kegiatan positif ini menjadi bukti bahwa kita bisa memulai tahun baru dengan kebersamaan yang erat,” ujar salah seorang aparatur desa yang turut hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut.

Kehadiran masyarakat Suku Kamoro membawa nuansa hangat dan penuh kegembiraan di lingkungan kampung. Aparatur desa menyambut kedatangan mereka dengan antusias dan ikut larut dalam suasana kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan berlangsung.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukanlah agenda baru, melainkan telah menjadi tradisi yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. “Mereka lakukan kegiatan ini bukan tahun ini saja tapi sudah bertahun-tahun, ini seperti sudah jadi tradisi dan ini sangat luar biasa, saya sangat mengapresiasi,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat Suku Kamoro dan para pegawai Pemerintah Kampung Nawaripi bergandengan tangan dan menari bersama, diiringi lagu-lagu daerah khas Mimika. Irama musik dan gerakan tarian menciptakan suasana yang meriah sekaligus mempererat ikatan emosional antarwarga.

Makna kebersamaan semakin terasa ketika warga yang datang menonton turut bergabung dalam barisan tarian. Momen tersebut mencerminkan kuatnya rasa persaudaraan tanpa sekat antara masyarakat adat dan aparatur pemerintahan kampung.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh peserta, sebagai simbol persatuan dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Setelah itu, pemerintah kampung memberikan sumbangan kepada masyarakat Suku Kamoro sebagai bentuk kepedulian sosial dan apresiasi terhadap tradisi adat yang terus dilestarikan.

“Sumbangan ini merupakan bentuk apresiasi kami terhadap tradisi yang telah diwariskan leluhur dan sebagai upaya menjaga persatuan serta persaudaraan yang harmonis,” tambah Norman Ditubun. Seluruh pihak berharap tradisi ini dapat terus dijaga dan menjadi contoh positif bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Mimika.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE