PW FATAYAT NU PAPUA TENGAH GELAR SAHUR GRATIS, PROGRAM INKLUSIF SAMPAI HARI KE-10
Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Papua Tengah menggelar program berbagi sahur gratis bagi warga Kabupaten Mimika.
Papuanewsonline.com - 03 Mar 2026, 22:54 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Timika – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan berbagi berkah bagi masyarakat Papua Tengah. Berlandaskan hal tersebut, Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Papua Tengah menggelar program berbagi sahur gratis bagi warga Kabupaten Mimika. Program ini yang berlangsung selama 10 hari akan memasuki hari terakhir pada pagi hari nanti Rabu (4/03/2026), dengan lokasi terakhir di jalan menuju Masjid Babussalam.
Program sosial ini direncanakan dengan menyasar empat titik
lokasi strategis di Mimika, yang sebelumnya telah berlangsung di warung makan
di Jalan Budi Utomo dan Jalan Cendrawasih.
Pada malam hari menjelang hari terakhir, antusiasme
masyarakat terlihat sangat tinggi, dengan banyaknya warga yang datang untuk
menikmati sajian sahur yang telah disiapkan.
"Mari kita ramaikan pagi sahur terakhir ini agar
manfaat dari program berbagi ini dapat dirasakan oleh lebih banyak orang,"
ajak pihak penyelenggara.
Ketua PW Fatayat NU Provinsi Papua Tengah, Sholikah,
menyatakan bahwa kegiatan ini bersifat inklusif dan tidak terbatas hanya bagi
umat Muslim.
"Meski diselenggarakan dalam rangka bulan Ramadan,
santap sahur ini siap disajikan untuk seluruh masyarakat tanpa memandang latar
belakang agama," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa awalnya program ini direncanakan
untuk menyentuh delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah, namun keterbatasan
kondisi membuatnya hanya dapat direalisasikan di Kabupaten Nabire dan Mimika.
"Sahur gratis ini merupakan program dari PW Fatayat
Provinsi Papua Tengah yang bertujuan untuk menyebarkan kebaikan di bulan suci
Ramadan. Sebenarnya kami berencana mengadakan di semua kabupaten di Provinsi
Papua Tengah, namun mengingat faktor keamanan, akhirnya hanya bisa dilakukan di
Nabire dan Mimika," jelas Sholikah.
Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh
elemen masyarakat untuk saling berbagi dan mempererat tali persaudaraan selama
bulan Ramadan dan setelahnya.
Penulis: Jid
Editor: GF