logo-website
Selasa, 09 Jun 2026,  WIT

Sosialisasi Pengendalian Korupsi, Pemkab Mimika dan BPKP Bersinergi Cegah Kebocoran Keuangan

Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Sosialisasi Manajemen Risiko Strategis, Risiko Operasional, dan Asistensi Efektivitas Pengendalian Korupsi Tahun 2026

Papuanewsonline.com - 09 Jun 2026, 00:36 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Bupat Mimika, Johannes Rettob saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Manajemen Risiko Strategis, Risiko Operasional, dan Asistensi Efektivitas Pengendalian Korupsi Tahun 2026 di Kantor Bapenda Mimika, Senin (8/6/2026).

Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Sosialisasi Manajemen Risiko Strategis, Risiko Operasional, dan Asistensi Efektivitas Pengendalian Korupsi Tahun 2026 di Kantor Bapenda Mimika, Senin (8/6/26). Kegiatan ini dihadiri Bupati Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, Kepala Perwakilan BPKP Papua Tengah Kriso Wandi Siahaan, Sekda, para pimpinan OPD, serta seluruh jajaran aparatur, dengan tujuan mewujudkan pemerintahan yang transparan, efektif, dan berintegritas.


Kepala Perwakilan BPKP Papua Tengah, Kriso Wandi Siahaan, menegaskan manajemen risiko dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) menjadi fondasi utama tata kelola modern.

Setiap program pasti memiliki risiko, sehingga harus diidentifikasi dan dikendalikan sejak perencanaan agar tujuan pembangunan tercapai.

“Kegiatan ini jangan sekadar seremonial, namun harus memberi dampak nyata. Pengawasan bukan hanya tugas pimpinan, melainkan tanggung jawab semua aparatur,” ujarnya.

Bupati Johannes Rettob menambahkan, ketiga aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Manajemen risiko berfungsi mengantisipasi hal-hal yang tidak pasti, sementara SPIP memastikan proses berjalan sesuai aturan.

Ia menyoroti kelemahan yang masih terjadi, seperti pembayaran kepada pegawai yang sudah pensiun, sebagai bukti pengawasan yang belum maksimal dan harus segera dibenahi bersama.

Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama antarpihak dengan menghilangkan ego sektoral.

Keberhasilan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, Indeks Pembangunan Manusia, serta pertumbuhan ekonomi hanya bisa diraih lewat kolaborasi solid.

“Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Bersinergilah demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE