logo-website
Sabtu, 10 Jan 2026,  WIT

Pemkab Mimika Sambut Tahun 2026 dengan Doa dan Refleksi, Tanpa Perayaan Kembang Api

Momentum Pergantian Tahun Dimaknai sebagai Waktu Introspeksi, Solidaritas, dan Penguatan Persaudaraan di Tengah Berbagai Tantangan Sosial

Papuanewsonline.com - 01 Jan 2026, 06:55 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Suasana doa dan syukuran malam pergantian Tahun 2025 ke 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Mimika di Timika, Papua Tengah, Selasa malam (31/12/2025)

Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika memilih menyambut pergantian Tahun 2025 ke Tahun 2026 dengan suasana sederhana, penuh refleksi dan doa bersama, sebagai wujud empati terhadap masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah dan persoalan sosial di berbagai daerah.


Dalam sambutannya pada malam pergantian tahun, Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 bukanlah masa yang mudah bagi masyarakat Mimika maupun bangsa Indonesia secara umum, namun berbagai tantangan dapat dilalui berkat kebersamaan dan persatuan.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum tahun baru sebagai ruang perenungan atas perjalanan hidup, baik secara pribadi, dalam keluarga, bermasyarakat, maupun dalam kehidupan beragama, serta merefleksikan kontribusi nyata dalam membangun Kabupaten Mimika.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Mimika juga menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera, Aceh, dan Sumatera Utara, yang menimbulkan korban jiwa dan penderitaan bagi masyarakat terdampak.

Sebagai bentuk empati dan solidaritas, Pemerintah Kabupaten Mimika memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian tahun. Keputusan ini diambil sebagai ajakan moral agar masyarakat mengawali tahun baru dengan kepekaan sosial dan rasa kepedulian terhadap sesama.

Selain itu, Bupati Mimika menyinggung berbagai dinamika dan isu sosial yang terjadi di daerah, seraya mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pandangan maupun konflik yang berpotensi mengganggu keharmonisan.


Ia menegaskan bahwa Mimika merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat, sehingga nilai persaudaraan, toleransi, dan kedamaian harus terus dijaga agar daerah ini tetap dikenal sebagai salah satu kabupaten yang harmonis di Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, nelayan, pedagang, guru, tenaga kesehatan, Aparatur Sipil Negara, hingga TNI dan Polri, atas kontribusi mereka dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

Memasuki Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergandengan tangan mendukung program pembangunan sesuai visi dan misi daerah, agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke wilayah pedalaman.

 

Penulis: Bim

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE