Pemkab Mimika Sambut Tahun 2026 dengan Doa dan Refleksi, Tanpa Perayaan Kembang Api
Momentum Pergantian Tahun Dimaknai sebagai Waktu Introspeksi, Solidaritas, dan Penguatan Persaudaraan di Tengah Berbagai Tantangan Sosial
Papuanewsonline.com - 01 Jan 2026, 06:55 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika memilih menyambut pergantian Tahun 2025 ke Tahun 2026 dengan suasana sederhana, penuh refleksi dan doa bersama, sebagai wujud empati terhadap masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah dan persoalan sosial di berbagai daerah.
Dalam sambutannya pada malam pergantian tahun, Bupati Mimika
Johannes Rettob menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 bukanlah masa yang
mudah bagi masyarakat Mimika maupun bangsa Indonesia secara umum, namun
berbagai tantangan dapat dilalui berkat kebersamaan dan persatuan.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum
tahun baru sebagai ruang perenungan atas perjalanan hidup, baik secara pribadi,
dalam keluarga, bermasyarakat, maupun dalam kehidupan beragama, serta
merefleksikan kontribusi nyata dalam membangun Kabupaten Mimika.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Mimika juga menyampaikan
duka cita mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di
Indonesia, termasuk Sumatera, Aceh, dan Sumatera Utara, yang menimbulkan korban
jiwa dan penderitaan bagi masyarakat terdampak.
Sebagai bentuk empati dan solidaritas, Pemerintah Kabupaten
Mimika memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian
tahun. Keputusan ini diambil sebagai ajakan moral agar masyarakat mengawali
tahun baru dengan kepekaan sosial dan rasa kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, Bupati Mimika menyinggung berbagai dinamika dan isu sosial yang terjadi di daerah, seraya mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pandangan maupun konflik yang berpotensi mengganggu keharmonisan.

Ia menegaskan bahwa Mimika merupakan rumah bersama bagi
seluruh masyarakat, sehingga nilai persaudaraan, toleransi, dan kedamaian harus
terus dijaga agar daerah ini tetap dikenal sebagai salah satu kabupaten yang
harmonis di Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada
seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, nelayan, pedagang, guru, tenaga
kesehatan, Aparatur Sipil Negara, hingga TNI dan Polri, atas kontribusi mereka
dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.
Memasuki Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika mengajak
seluruh masyarakat untuk terus bergandengan tangan mendukung program
pembangunan sesuai visi dan misi daerah, agar hasil pembangunan benar-benar
dirasakan hingga ke wilayah pedalaman.
Penulis: Bim
Editor: GF