Wakil Bupati Mimika Tetapkan Eks 11 Tahanan Konflik Kwamki Narama Jadi Duta Pengamanan
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengumumkan bahwa 11 orang yang sebelumnya terlibat dalam konflik di Kwamki Narama telah resmi dibebaskan dan akan diberdayakan sebagai Duta Pengamanan
Papuanewsonline.com - 26 Feb 2026, 22:26 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengumumkan bahwa 11 orang yang sebelumnya terlibat dalam konflik di Kwamki Narama telah resmi dibebaskan dan akan diberdayakan sebagai Duta Pengamanan di wilayah tersebut. Langkah inovatif ini menjadi bagian dari pendekatan pemerintah daerah untuk meredam konflik sosial dengan cara melibatkan langsung mantan pelaku dalam menjaga ketertiban dan stabilitas keamanan masyarakat.
“Pembebasan mereka dilakukan berdasarkan prinsip kemanusiaan
serta untuk menjaga ketertiban keamanan di Kwamki Narama. Kami akan menjadikan
mereka sebagai duta pengamanan agar bisa menyampaikan pesan penting tentang
arti menjaga kedamaian kepada seluruh warga,” ujarnya. (26/2/26).
Menurutnya, peran para duta tidak hanya terbatas pada
pengamanan, tetapi juga akan didorong untuk berperan aktif dalam pengembangan
kebudayaan lokal serta potensi wisata yang ada di wilayah Kwamki Narama.
“Selain tugas menjaga keamanan, mereka juga akan fokus pada
bagaimana meningkatkan nilai-nilai kebudayaan dan mengembangkan sektor
pariwisata. Dengan demikian, masyarakat dapat terlibat dalam kegiatan positif
yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan wilayah,” jelas Kemong.
Harapannya, dengan terlibat dalam aktivitas produktif ini,
para mantan tahanan dapat menjadi contoh bagi warga lain untuk menghindari
tindakan negatif yang berpotensi memicu konflik.
Kemong menegaskan bahwa pembebasan ini menjadi bukti bahwa
konflik yang terjadi sebelumnya telah menemukan titik penyelesaian.
Namun, ia juga memberikan teguran bahwa pemerintah daerah
tidak akan menoleransi terjadinya konflik serupa di masa depan.
“Ini adalah langkah tegas untuk memastikan Kwamki Narama
dapat berkembang dengan baik dan tidak lagi menjadi sumber konflik. Jika hal
serupa terjadi kembali, maka pihak berwenang akan mengambil tindakan sesuai
dengan mekanisme hukum positif yang berlaku,” tegasnya.
Penulis: Jid
Editor: GF