logo-website
Sabtu, 27 Jun 2026,  WIT

TPNPB Laporkan Rumah Warga di Sugapa Diobrak-abrik Aparat, Minta Akses Bantuan Kemanusiaan

Aparat militer diduga melakukan operasi gabungan darat dan udara dengan menggunakan drone yang dilengkapi bahan peledak diterbangkan di atas permukiman warga

Papuanewsonline.com - 27 Jun 2026, 04:54 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Tampak aparat militer Indonesia saat memasuki wilayah pemukiman warga di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (25/6/2026).

Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB melalui juru bicaranya Sebby Sambom merilis laporan terkait operasi militer yang berlangsung di wilayah Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (25/6/2026). Menurut laporan yang diterima dari jajaran Kodap VIII Intan Jaya, aparat militer melakukan operasi gabungan darat dan udara mulai pukul 07.00 WIT, dengan menggunakan drone yang dilengkapi bahan peledak yang diterbangkan di atas permukiman warga.


Dijelaskan, pada pukul 08.15 WIT, pasukan darat memasuki Kampung Yogatapa dan sekitarnya. Warga yang berada di halaman rumah diperintahkan keluar dan diancam akan ditembak mati jika berusaha melarikan diri.

Setelah warga meninggalkan tempat tinggalnya, aparat masuk dan menggeledah serta mengobrak-abrik isi rumah.

Hasil pemeriksaan dilaporkan tidak menemukan senjata maupun bahan peledak, namun operasi tetap dilanjutkan hingga ke wilayah Bilogai dan pusat kota dengan alasan daerah tersebut dikuasai kelompok di bawah pimpinan Apeni Kobogau.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa warga yang mengungsi dari Distrik Hitadipa, Agisiga, Sugapa, dan Ugimba kerap mengalami intimidasi. Aktivis masyarakat pun diawasi secara ketat sehingga hidup dalam ketakutan.

Pemerintah dinilai belum menyediakan tempat pengungsian yang layak, mendorong banyak warga pindah hingga ke Nabire dan Timika, terutama setelah serangan udara yang terjadi sejak Mei hingga Juni 2026.

Menurut data yang disampaikan, jumlah pengungsi di berbagai wilayah Papua kini telah mencapai lebih dari 122.931 jiwa. Mereka hidup tanpa kepastian tempat tinggal dan akses bantuan yang memadai.

TPNPB mendesak pemerintah segera menghentikan operasi militer dan segala bentuk intimidasi yang memaksa warga terus mengungsi.

Selain itu, diminta pula agar akses bagi lembaga kemanusiaan internasional dibuka sepenuhnya guna menangani kebutuhan pengungsi.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE