logo-website
Sabtu, 18 Jul 2026,  WIT

Masyarakat Adat Kamoro Tidak Masuk Komposisi di BUMD, OKIA Minta Pemerintah Bertanggungjawab

Papuanewsonline.com - 29 Mar 2023, 17:40 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Papuanewsonline.com, Timika-  Representasi Kelompok Masyarakat Adat Amungme dan Kamoro dalam komposisi Komisaris PT. Papua Divestasi Mandiri (BUMD Pemerintah Propinsi Papua), dipertanyakan, pasalnya dalam komposisi struktural BUMD ini tidak ada keterwakilan Masyarakat adat suku Kamoro.

Hal ini disoroti, Organisasi Kaum Intelektual Amungme dan Kamoro (OKIA) Kab. Mimika. 

Ketua OKIA Reymond Kelanangame menegaskan pemerintah  diduga melakukan diskriminasi karena tidak ada keterwakilan masyarakat adat Suku Kamoro sebagai Kelompok Masyarakat terdampak langsung operasional PT. Freeport Indonesia dalam komposisi BUMD.

" Kami OKIA sangat menyayangkan sikap para pemegang saham baik dari pemerintah propinsi Papua maupun Pemerintah daerah Kabupaten Mimika yang mewakili saham 4% milik masyarakat pemilik gunung dan pemilik kali/laut yg berada dalam wilayah operasi tambang PT. FI, karena tidak ada keterwakilan masyarakat adat suku kamoro dalam komposisi," tegas Ketua OKIA, Reymod  melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (29/3/2023).

Untuk hal ini Kata Reymond, OKIA meminta klarifikasi dari pimpinan daerah baik di propinsi Papua maupun Kabupaten Mimika, kenapa tidak ada keterwakilan dari masyarakat adat suku Kamoro dalam susunan Komisaris  PT. Papua Divestasi Mandiri ?? .

" Mimikawee juga memiliki hak yang sama dalam hal saham ini, sehingga Kami meminta agar pemerintah daerah propinsi Papua dan juga Pemerintah daerah Mimika harus adil kepada Mimikawee," Terangnya.

Lanjut Reymond menjelaskan generasi Mimikawee sangat siap untuk masuk komposisi komisaris, anehnya tidak dilibatkan malah ada dugaan diskriminasi.

" Kami juga sudah siap, tidak boleh membenturkan dan timbulkan sikap curiga serta "Puruta" terhadap saudara kami suku Amungme. Kami yakin Mimikawee saat ini sudah siap untuk jadi Komisaris," Terangnya.

Reymod berharap agar pemerintah propinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika seriusi tentang hal ini, sehingga hadirnya BUMD ini dapat mengakomodir masyarakat Amungme dan Kamoro, selain itu BUMD  juga dapat berjalan dengan baik  sesuai dengan visi dan misi BUMD tersebut.(Redaksi)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE