logo-website
Sabtu, 18 Jul 2026,  WIT

Jalin Kemitraan Strategis, Pemkab Mimika dan UNIPA Sepakat Bangun Masa Depan Berbasis Ilmu

Pemerintah Kabupaten Mimika dan Universitas Papua (UNIPA) Manokwari resmi menandatangani Nota Kesepakatan Bersama di Hotel Horison Kotaraja, Jumat (17/7/2026).

Papuanewsonline.com - 18 Jul 2026, 14:48 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Pemkab Mimika dan UNIPA

Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika dan Universitas Papua (UNIPA) Manokwari resmi menandatangani Nota Kesepakatan Bersama di Hotel Horison Kotaraja, Jumat (17/7/2026). Langkah ini bukan sekadar perjanjian kerja sama, melainkan ikrar menyatukan kekuatan pemerintah daerah dengan keunggulan dunia akademik demi mewujudkan pembangunan yang berakar pada budaya, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi bagi seluruh masyarakat Mimika.

Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, menyambut momen ini dengan rasa syukur mendalam. Ia mengenang jejak panjang persahabatan dan kerja sama yang terjalin sejak 19 tahun silam bersama Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, saat keduanya masih bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat. 

Kini, sinergi yang semula mencakup kajian potensi kopi, kekayaan laut, hingga usulan daerah otonomi baru, meluas ke pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan penguatan kelembagaan adat Amungme dan Kamoro.

Prof. Warami menegaskan pihaknya siap menumpahkan seluruh sumber daya dan keahlian, mulai dari mendukung program Sekolah Sepanjang Hari, bekal studi lanjut bagi aparatur, kajian energi terbarukan, hingga pemulihan lingkungan pascatambang dan pelestarian keanekaragaman hayati. 

“Universitas bukan hanya tempat melahirkan ilmu, melainkan rumah yang menyebarkan manfaatnya hingga ke pelosok kampung,” ujarnya.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mewakili Bupati Mimika menegaskan pembangunan sejati bukan hanya soal gedung megah, melainkan melahirkan manusia yang cerdas, berkarakter, dan bangga akan identitasnya. 

Ia memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis yang memberikan solusi berbasis data, bukan sekadar asumsi. 

Kemong juga meminta dukungan pemetaan wilayah adat untuk merapikan kelembagaan yang selama ini dianggap masih berjalin kusut.

Empat pilar utama kesepakatan meliputi pengembangan pendidikan, riset kesehatan berbasis kebutuhan warga, penguatan komoditas unggulan lokal, serta pengkajian mendalam bagi lembaga adat.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE