logo-website
Minggu, 16 Agu 2026,  WIT

Pascagempa NTT, Kemenhub Lakukan Pemeriksaan Infrastruktur Pelabuhan untuk Pastikan Keselamatan

Sejumlah pelabuhan di NTT mengalami kerusakan akibat gempa. Kemenhub memperketat pemeriksaan untuk memastikan fasilitas aman sebelum digunakan kembali.

Papuanewsonline.com - 16 Agu 2026, 11:31 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Dokumentasi

Papuanewsonline.com, Jakarta — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus memantau dan memeriksa kondisi infrastruktur transportasi laut di sejumlah pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat pengguna jasa, petugas, awak kapal, serta menjaga kelancaran operasional pelabuhan di wilayah terdampak.


Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menyampaikan duka cita atas bencana yang terjadi. Ia menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman,” ujar Masyhud.

Masyhud juga meminta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah terdampak meningkatkan pemantauan setidaknya selama 24 hingga 48 jam. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah bagian penting pelabuhan yang berpotensi mengalami kerusakan lanjutan.


Pemeriksaan mencakup struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik dan BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, hingga akses menuju pelabuhan.

Fasilitas yang ditemukan mengalami keretakan, perubahan bentuk, maupun indikasi kerusakan struktural tidak diperbolehkan untuk digunakan sebelum melalui pemeriksaan teknis dan dinyatakan aman.

Berdasarkan laporan UPT Ditjen Perhubungan Laut, gempa berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi laut di NTT. Salah satunya Pelabuhan Laurentius Say di Maumere yang mengalami kerusakan pada bagian dermaga dan bangunan terminal penumpang.

Saat gempa terjadi, KM Bukit Siguntang sedang bersandar di pelabuhan tersebut. Petugas kemudian melakukan langkah pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, serta area pelabuhan yang mengalami dampak kerusakan.


Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Pelabuhan Labuan Bajo. Pada Pelabuhan Marina Labuan Bajo ditemukan keretakan pada tembok dan dermaga, sedangkan di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu terdapat keretakan pada tembok bangunan kantor dan gudang.

Sejumlah perjalanan wisata sempat dibatalkan sementara akibat kondisi tersebut. Namun, setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami dan fasilitas pelabuhan dinyatakan dapat digunakan dengan aman, aktivitas pelayaran kembali dibuka.

Sementara itu, Pelabuhan Marapokot dilaporkan mengalami penurunan elevasi pada bagian causeway dan dermaga eksisting. Pagar pembatas di kawasan pelabuhan juga mengalami keruntuhan.

Selain ketiga pelabuhan tersebut, kerusakan ringan hingga sedang turut dilaporkan di Pelabuhan Reo, Pelabuhan Ende, dan Pelabuhan Waingapu. Adapun Pelabuhan Larantuka dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan.

Kemenhub memastikan pemeriksaan dan pemantauan terhadap seluruh fasilitas transportasi laut yang terdampak akan terus dilakukan. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga keselamatan sekaligus memastikan konektivitas dan pelayanan masyarakat di wilayah NTT dapat kembali berjalan secara optimal.

Masyarakat dan pengguna jasa diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap tenang, terutama saat berada di area pelabuhan yang masih menjalani pemeriksaan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas kita bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, khususnya di area pelabuhan yang masih dalam proses pemeriksaan,” pungkas Masyhud.


Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE