logo-website
Kamis, 06 Agu 2026,  WIT

Pascakebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub Audit Sistem Manajemen Keselamatan

Kemenhub mengerahkan Kapal Negara Patroli KN Grantin P.211 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak.

Papuanewsonline.com - 06 Agu 2026, 11:36 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Dokumentasi

Papuanewsonline.com, Surabaya – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran setelah insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.


Dalam proses evakuasi, Kemenhub mengerahkan Kapal Negara Patroli KN Grantin P.211 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak serta KN Masalembo dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak.


Sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi dari Masalembu menuju Surabaya menggunakan KN Masalembo pada Selasa (4/8/2026). Dengan tambahan tersebut, total 238 orang yang berada di atas kapal telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 233 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah memanggil dan menyurati operator KMP Mutiara Sentosa II, PT Atosim Lampung Pelayaran, untuk menjalani audit terhadap penerapan sistem manajemen keselamatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan audit tersebut merupakan bagian dari pengawasan sekaligus upaya mitigasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran.

“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari,” tegas Masyhud.

Masyhud juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban. Unsur tersebut meliputi Basarnas, TNI, Polri, KSOP, operator pelayaran hingga berbagai potensi SAR yang bekerja secara terpadu.

Sejumlah armada turut membantu proses evakuasi korban, di antaranya KRI Nala 363, KN SAR Permadi, KN Masalembo, Meratus Project 3, TB Hasnur, Meratus Pematang Siantar, Transco Arafura, Prakasa Mas, Selaras Mas, Aicon Dahli, SC Aila XVII, Daniel 1, KM Alcon serta perahu nelayan Sandiwara Cinta.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Basarnas, operasi SAR khusus untuk penanganan keadaan darurat KMP Mutiara Sentosa II telah dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang dikendalikan Kantor SAR Surabaya.

Meski demikian, Kemenhub memastikan penanganan korban dan proses investigasi penyebab kebakaran tetap berjalan. Pemerintah juga mendukung penuh penyelidikan yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Untuk mengetahui penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” ujar Masyhud.

Masyhud menegaskan insiden tersebut menjadi momentum untuk memperkuat budaya keselamatan dalam transportasi laut. Menurutnya, keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun operator kapal, tetapi juga seluruh pengguna jasa.

Operator kapal diwajibkan memastikan proses pemuatan penumpang, kendaraan, dan barang dilakukan sesuai standar keselamatan. Pemeriksaan juga harus dilakukan untuk memastikan tidak ada barang berbahaya atau mudah terbakar yang diangkut tanpa melalui prosedur yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, pengguna jasa transportasi laut diminta memberikan informasi yang benar terkait barang bawaan serta tidak membawa barang berbahaya yang dapat mengancam keselamatan selama pelayaran.

“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap seluruh prosedur keselamatan baik oleh operator maupun masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut, menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut sekaligus memperkuat budaya keselamatan pelayaran nasional,” pungkas Masyhud.

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE