Pemerintah Masih Acuh saat Semarak Natal Belum Hadir, Labeti Cinta Mimika inisiatif Galang Donasi
Aksi penggalangan dana berlangsung di Bundaran Timika Indah pada 20 Desember 2025, komunitas Labeti menyalurkan donasi warga untuk menghadirkan semarak Natal di ikon kota
Papuanewsonline.com - 20 Des 2025, 17:28 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Mimika - Komunitas Lahir Besar Timika (Labeti) Cinta Mimika menggelar aksi donasi sukarela untuk menghias Kota Timika menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025 di Jalan Budi Utomo, Bundaran Timika Indah (TI), ikon Kabupaten Mimika yang memiliki tugu perdamaian.
Warga yang melintas, baik menggunakan kendaraan roda dua
maupun roda empat, ikut memberi donasi secara sukarela. Aksi ini mengandalkan
partisipasi publik di titik yang ramai dilalui, sehingga dukungan datang dari
berbagai kalangan yang sedang beraktivitas di sekitar kawasan bundaran.
“Kita semua ingin kota ini terasa meriah saat Natal,” ujar
salah satu warga yang berdonasi.
Ketua Komunitas Labeti, Ronald Windessy, menjelaskan ia
merasa terpanggil karena sudah memasuki pertengahan Desember namun belum
terlihat kegiatan yang mewarnai suasana Natal di Timika. Ia menilai momen
perayaan membutuhkan penataan yang nyata di ruang publik agar warga merasakan
atmosfer hari besar keagamaan.
“Kota yang disebut ‘kota Dollar’ ini belum ada semarak
Natal, jadi kami secara spontan membantu Pemkab Mimika menghias bundaran ikonik
ini,” katanya.
Ronald juga menyinggung langkah Pemerintah Kabupaten Mimika
yang sebelumnya menerbitkan surat edaran Bupati Nomor 65 Tahun 2025 pada 8
Desember 2025, yang meminta seluruh unsur memasang lampu hias. Namun hingga
pertengahan Desember, ia menilai semarak perayaan belum terlihat di sejumlah
titik yang menjadi wajah kota.
Melalui kegiatan ini, Ronald berharap aksi donasi bisa
mengetuk perhatian pemerintah agar lebih fokus pada perayaan hari besar
keagamaan. Ia menilai upaya membangun suasana Natal tidak cukup berhenti di
imbauan, tetapi perlu terlihat di lapangan melalui pengaturan dan dukungan yang
jelas.
Ia menyampaikan bahwa mayoritas warga Nasrani perlu memberi
contoh kepada daerah lain, lalu ia memandang perayaan Natal sebagai peristiwa
sakral yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia juga menyebut, jika donasi
mencukupi, komunitas berencana melanjutkan kegiatan ke Bundaran SP2. “Kalau
donasi mencukupi, kami akan lanjutkan ke Bundaran SP2,” pungkasnya. Ia
menegaskan kegiatan ini bukan politik, melainkan tanggung jawab umat Kristiani
untuk menciptakan suasana seagamaan.
Penulis: Jid
Editor: GF