logo-website
Jumat, 09 Jan 2026,  WIT

Pemerintah Masih Acuh saat Semarak Natal Belum Hadir, Labeti Cinta Mimika inisiatif Galang Donasi

Aksi penggalangan dana berlangsung di Bundaran Timika Indah pada 20 Desember 2025, komunitas Labeti menyalurkan donasi warga untuk menghadirkan semarak Natal di ikon kota

Papuanewsonline.com - 20 Des 2025, 17:28 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Suasana penggalangan donasi sukarela oleh Komunitas Labeti Cinta Mimika di Jalan Budi Utomo, area Bundaran Timika Indah (TI), Kabupaten Mimika, Sabtu, (20/12/2025).

Papuanewsonline.com, Mimika - Komunitas Lahir Besar Timika (Labeti) Cinta Mimika menggelar aksi donasi sukarela untuk menghias Kota Timika menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025 di Jalan Budi Utomo, Bundaran Timika Indah (TI), ikon Kabupaten Mimika yang memiliki tugu perdamaian.


Warga yang melintas, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, ikut memberi donasi secara sukarela. Aksi ini mengandalkan partisipasi publik di titik yang ramai dilalui, sehingga dukungan datang dari berbagai kalangan yang sedang beraktivitas di sekitar kawasan bundaran.

“Kita semua ingin kota ini terasa meriah saat Natal,” ujar salah satu warga yang berdonasi.

Ketua Komunitas Labeti, Ronald Windessy, menjelaskan ia merasa terpanggil karena sudah memasuki pertengahan Desember namun belum terlihat kegiatan yang mewarnai suasana Natal di Timika. Ia menilai momen perayaan membutuhkan penataan yang nyata di ruang publik agar warga merasakan atmosfer hari besar keagamaan.

“Kota yang disebut ‘kota Dollar’ ini belum ada semarak Natal, jadi kami secara spontan membantu Pemkab Mimika menghias bundaran ikonik ini,” katanya.

Ronald juga menyinggung langkah Pemerintah Kabupaten Mimika yang sebelumnya menerbitkan surat edaran Bupati Nomor 65 Tahun 2025 pada 8 Desember 2025, yang meminta seluruh unsur memasang lampu hias. Namun hingga pertengahan Desember, ia menilai semarak perayaan belum terlihat di sejumlah titik yang menjadi wajah kota.

Melalui kegiatan ini, Ronald berharap aksi donasi bisa mengetuk perhatian pemerintah agar lebih fokus pada perayaan hari besar keagamaan. Ia menilai upaya membangun suasana Natal tidak cukup berhenti di imbauan, tetapi perlu terlihat di lapangan melalui pengaturan dan dukungan yang jelas.

Ia menyampaikan bahwa mayoritas warga Nasrani perlu memberi contoh kepada daerah lain, lalu ia memandang perayaan Natal sebagai peristiwa sakral yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia juga menyebut, jika donasi mencukupi, komunitas berencana melanjutkan kegiatan ke Bundaran SP2. “Kalau donasi mencukupi, kami akan lanjutkan ke Bundaran SP2,” pungkasnya. Ia menegaskan kegiatan ini bukan politik, melainkan tanggung jawab umat Kristiani untuk menciptakan suasana seagamaan.


Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE