Prabowo Undang Guru hingga Damkar ke Istana, Warga: Seperti Dapat Doorprize
Sejumlah warga dari berbagai profesi mendapat kesempatan menghadiri Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.
Papuanewsonline.com - 16 Agu 2026, 21:18 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengundang masyarakat dari berbagai latar belakang profesi untuk menghadiri langsung Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2026.
Undangan tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi para penerima yang selama ini menjalani aktivitas sebagai guru, nelayan, petani, buruh, penjaga kedai kopi, hingga petugas pemadam kebakaran.
Salah satu penerima undangan adalah Welni Agnes, guru SMPN 1 Atap Dua di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu. Ia mengaku sangat bahagia mendapat kesempatan mengikuti upacara kemerdekaan langsung di Istana Merdeka.
Kesempatan tersebut terasa semakin spesial karena Welni sebelumnya pernah mencoba mendaftarkan diri untuk menghadiri upacara pada tahun lalu. Namun, saat itu ia belum berhasil mendapatkan kesempatan tersebut.
Kebahagiaan juga dirasakan Ali Kurniawan dan Najib, dua nelayan asal Kepulauan Seribu yang mendapat undangan untuk hadir dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.
Najib mengaku tidak pernah membayangkan dirinya sebagai nelayan dari sebuah pulau dapat memperoleh kesempatan untuk datang langsung ke Istana Merdeka dan mengikuti upacara kenegaraan.
Sementara itu, Ali menganggap undangan tersebut sebagai pengalaman berharga yang akan menjadi kenangan bagi keluarganya. Ia bahkan membayangkan dapat menceritakan pengalaman tersebut kepada anak-anaknya kelak.
Dari Kabupaten Karawang, petani bernama Darim Juanda juga menerima undangan khusus tersebut. Setelah menjalani profesi sebagai petani selama 14 tahun, ia mengaku terharu sekaligus tidak menyangka mendapat surat undangan dari Presiden.
Darim menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Ia juga berharap perhatian terhadap sektor pertanian dan masyarakat yang bekerja di bidang tersebut dapat terus ditingkatkan.
Cerita lain datang dari Bambang Edi Nurudin, seorang buruh yang bekerja di Jakarta Timur. Ia menggambarkan pengalaman menerima undangan tersebut seperti mendapatkan hadiah atau doorprize yang tidak pernah disangka sebelumnya.
Menurut Bambang, kesempatan menghadiri upacara di Istana Merdeka merupakan pengalaman yang mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup. Ia pun ingin membagikan cerita tersebut kepada istri dan anak-anaknya
Ada pula Wasuri, penjaga kedai kopi yang beroperasi selama 24 jam di sekitar kawasan pusat pemerintahan. Bagi Wasuri, undangan tersebut menjadi kesempatan pertamanya menginjakkan kaki di lingkungan Istana Merdeka.
Ruly Nur Efendi, petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, juga merasakan kebahagiaan yang sama. Ia menyebut kesempatan hadir di Istana Merdeka sebagai sebuah kehormatan luar biasa.
Kehadiran warga dari berbagai profesi dalam peringatan HUT ke-81 RI menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam perayaan kemerdekaan. Bagi para penerima undangan, kesempatan tersebut bukan sekadar menghadiri upacara, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang akan dikenang bersama keluarga.
Editor: OF