Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Duka Mendalam Selimuti Misi Perdamaian UNIFIL
Insiden di Lebanon Selatan saat eskalasi keamanan meningkat menyebabkan satu prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka, di tengah tugas Satgas Yonmek XXIII-S sebagai bagian dari misi perdamaian PBB di bawah UNIFIL.
Papuanewsonline.com - 31 Mar 2026, 13:35 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Lebanon – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya satu prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian dunia di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden tragis tersebut terjadi di wilayah penugasan Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi situasi keamanan.
Berdasarkan laporan dari daerah operasi, insiden menimpa
personel TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.
Peristiwa ini terjadi saat kondisi keamanan di wilayah tersebut memanas akibat
saling serang artileri.
Dalam kejadian tersebut, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan
gugur saat menjalankan tugas. Sementara itu, tiga prajurit lainnya turut
menjadi korban, yakni Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat, serta
Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.
Puspen TNI menjelaskan, seluruh personel yang terluka telah
mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur. Dua prajurit dengan luka ringan
saat ini menjalani perawatan di Hospital Level I UNIFIL yang berada di sektor
penugasan.
Sementara itu, Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat
telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut
untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan secara intensif.
Adapun jenazah Praka Farizal Rhomadhon saat ini disemayamkan
di East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL. Proses administrasi pemulangan ke
Indonesia juga tengah diselesaikan dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar
Republik Indonesia (KBRI) di Beirut.
Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon, TNI
menegaskan telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai Standard
Operating Procedure (SOP) yang berlaku dalam misi UNIFIL.
Hingga kini, penyebab langsung insiden masih belum dapat
dipastikan. Situasi saat kejadian berlangsung di tengah baku tembak artileri,
sehingga proses investigasi lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak UNIFIL
untuk memastikan kronologi dan sumber serangan.
TNI menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas
sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan
Bangsa-Bangsa secara profesional dan penuh tanggung jawab.
Selain itu, keselamatan personel tetap menjadi prioritas
utama dalam setiap operasi. TNI juga terus memantau perkembangan situasi
keamanan di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah kontinjensi sesuai dinamika
di daerah penugasan Lebanon.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam tidak hanya bagi
keluarga besar TNI, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang selama ini dikenal
aktif berkontribusi dalam misi perdamaian dunia.
Pengabdian para prajurit TNI di medan tugas internasional
kembali menjadi bukti komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan
perdamaian global, meskipun harus dibayar dengan pengorbanan besar.
Kepergian Praka Farizal Rhomadhon menjadi pengingat akan
besarnya risiko yang dihadapi prajurit penjaga perdamaian di wilayah konflik.
TNI pun menyampaikan penghormatan tertinggi kepada almarhum
atas dedikasi dan pengabdian terbaiknya untuk bangsa dan dunia.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan para prajurit yang terluka segera pulih untuk kembali berkumpul bersama keluarga serta rekan satuan. (GF)