logo-website
Kamis, 14 Mei 2026,  WIT

Studi Banding Sampah Mimika Dinilai Zonk, Ketua KPK Timika: Jangan Jadi Program Seremonial

Ketua Komunitas Pemuda Kei Timika menilai masyarakat belum melihat dampak positif yang nyata dari program tersebut terhadap penanganan sampah di Kabupaten Mimika

Papuanewsonline.com - 14 Mei 2026, 20:10 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Ketua Komunitas Pemuda Kei Timika, Edoardus Rahawadan.

Papuanewsonline.com, Timika – Ketua Komunitas Pemuda Kei (KPK) Timika, Edoardus Rahawadan mempertanyakan efektivitas program studi banding pengelolaan sampah yang dilakukan Pemerintah Daerah Mimika ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa.


Menurut Edoardus, masyarakat hingga saat ini belum melihat dampak positif yang nyata dari program tersebut terhadap penanganan sampah di Kabupaten Mimika.

Edoardus menilai program studi banding yang dilakukan Pemda Mimika terkesan hanya menghabiskan anggaran daerah tanpa menghasilkan perubahan signifikan bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti rencana besar terkait daur ulang sampah yang dinilai masih sebatas wacana dan belum diwujudkan dalam langkah konkret di lapangan.

“Kalau hanya pergi studi banding tetapi kondisi sampah di Mimika tetap sama, maka masyarakat tentu mempertanyakan manfaatnya. Jangan sampai hanya menjadi program seremonial yang menghabiskan uang daerah,” tegas Edoardus. Dalam rilis yang diterima media Papuanewsonline.com (14/5/26).

Ia meminta Pemerintah Daerah Mimika agar lebih fokus pada program nyata yang langsung menyentuh masyarakat, dibanding membuat kegiatan yang berpotensi sia-sia dan membebani anggaran.

Menurut Edoardus, penanganan sampah tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri, tetapi harus melibatkan masyarakat secara aktif.

Karena itu, ia mendorong Pemda Mimika untuk membangun kerja sama dengan masyarakat, organisasi kepemudaan, RT dan RW dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Selain itu, Edoardus meminta agar pemerintah memperbanyak sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah dan daur ulang yang benar.

“Edukasi itu penting. Kalau masyarakat diberikan pemahaman yang baik dan dilibatkan secara langsung, maka persoalan sampah bisa diatasi bersama,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Papuanewsonline.com belum mendapat konfirmasi dari Pemerintah Daerah Mimika terkait kritik tersebut.

 

Penulis: Hend

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE