TPNPB Sebut Aparat Militer Masuki Gereja Santa Sisilia Wuloni Saat Ibadah Minggu
Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) mengklaim aparat militer Indonesia memasuki Gereja Katolik Stasi Santa Sisilia Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.
Papuanewsonline.com - 12 Agu 2026, 08:35 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Puncak - Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) mengklaim aparat militer Indonesia memasuki Gereja Katolik Stasi Santa Sisilia Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, saat umat sedang melaksanakan misa minggu pagi.
Klaim tersebut disampaikan dalam Siaran Pers Ke III Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB per Selasa, 11 Agustus 2026, yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom.
Menurut siaran pers itu, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026 pagi. Laporan yang diterima KOMNAS TPNPB disebut berasal dari PIS TPNPB di Kabupaten Puncak.
"Keberadaan aparat militer Indonesia di Gereja tersebut hanya menakut-nakuti warga yang sedang beribadah dan kedatangan mereka hanya untuk meminta foto dan video bersama dengan alasan yang tidak jelas," tulis laporan tersebut.
Dalam siaran pers itu, KOMNAS TPNPB meminta aparat militer Indonesia untuk menghentikan aktivitas di gereja-gereja dan ranah sipil lainnya. Mereka juga mengimbau agar aparat menjunjung tinggi hukum humaniter internasional dan menghormati hak kebebasan beribadah warga Papua.
Pihak TPNPB menilai kehadiran aparat di Gereja Katolik Santa Sisilia, yang berada di bawah Dekenat Moni-Puncak, Keuskupan Timika, menimbulkan ketakutan dan trauma bagi warga sipil. Wilayah Kabupaten Puncak disebut sebagai zona merah konflik bersenjata antara aparat militer Indonesia dengan TPNPB.
Hingga siaran pers ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait klaim tersebut.
Siaran pers tersebut mencantumkan penanggung jawab Komando Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM, yakni Jenderal Goliath Tabuni sebagai Panglima Tinggi, Letnan Jenderal Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima, Mayor Jenderal Terianus Satto sebagai Kepala Staf Umum, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum.
Penulis: Hendrik
Editor: OF