BREAKING NEWS
Kepala Suku Moni Desak TPNPB: “Lepaskan 9 Perempuan Amungme Di Jila! Itu Bukan Tempatnya”
"Jangan Bangun Kota Baru Pitowaiburu Jika 3 Hal Ini Belum Beres!" Tegas Dianu Omaleng
Darurat Api di Boven Digoel: Hampir 20 Kali Kebakaran Hanguskan Wilayah di Musim Kemarau
Perusahaan Migas Dunia Kembali Melirik Indonesia, TotalEnergies Mulai Pengeboran di Papua
Tanpa Kepastian Batas, Pembangunan Kapiraya Berisiko Sia-Sia
Membangun Mutu Pendidikan Kedokteran di Tanah Papua: FK UNIPA Belajar dari FK UB
Oyandi Papua Bawa Pesan Budaya Tanah Papua ke Panggung Internasional di Belanda
Karhutla dan Cuaca Kering, Dinkes Papua Tengah Siagakan Puluhan Ribu Masker Cegah Lonjakan ISPA
Menko Polkam Djamari Chaniago: Ruang Pendidikan Menentukan Masa Depan Postur TNI
Menko AHY: Kritik dan Aspirasi Masyarakat adalah Kompas Pembangunan yang Tepat Sasaran
Upacara Di Grasberg Disorot, Warga: SOP Keselamatan Dilanggar, Martabat Adat Terancam
Pelaksanaan kegiatan peringatan kemerdekaan di kawasan dataran tinggi Grasberg menuai sorotan.
Papuanewsonline.com - 21 Agu 2026, 22:30 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Mimika - Pelaksanaan kegiatan peringatan kemerdekaan di kawasan dataran tinggi Grasberg menuai sorotan. Warga mendesak evaluasi terhadap prosedur keselamatan kerja dan perlindungan hak masyarakat adat.
Sorotan itu disampaikan dalam rilis tertulis yang diterima papuanewsonline.com, Jumat (21/8/2026) oleh Dianu Omaleng.
Dalam rilis tersebut disebutkan kegiatan yang melibatkan aparat keamanan dan warga dengan mengenakan pakaian adat tradisional perlu dievaluasi mendalam.
"Kawasan Grasberg yang berada di ketinggian ekstrem memiliki kondisi cuaca bersuhu sangat rendah dan risiko tinggi. Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) industri, setiap aktivitas di zona tersebut wajib mengedepankan perlindungan fisik dan keselamatan peserta," tulis rilis.
Rilis itu menyoroti pelibatan masyarakat adat dengan pakaian tradisional tanpa perlengkapan proteksi cuaca dingin. Hal itu dinilai tidak memperhatikan aspek keselamatan fisik warga di medan ekstrem dan berpotensi melanggar standar keselamatan kerja yang berlaku di wilayah operasional industri.
3 Desakan Warga Kepada Pengelola Grasberg
Melalui rilisnya, warga menyampaikan 3 tuntutan:
1. Evaluasi Prosedur Operasional
Memastikan seluruh kegiatan seremonial di area operasional mematuhi SOP keselamatan kerja dan standar K3 secara ketat.
2. Hormati Martabat Budaya Lokal
Melindungi keselamatan fisik warga adat dalam setiap kegiatan resmi tanpa memaksakan situasi yang bertentangan dengan standar keselamatan medan ekstrem.
3. Buka Ruang Dialog
Membuka ruang penyampaian aspirasi publik secara transparan demi menjaga keharmonisan antara masyarakat, pengelola kawasan, dan aparat keamanan.
"Masyarakat berharap pihak penyelenggara dan pengelola kawasan memberikan klarifikasi terbuka serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh aturan demi keselamatan bersama," demikian penutup rilis.
Kawasan Grasberg berada di ketinggian lebih dari 4.000 mdpl dengan suhu ekstrem. Area tersebut merupakan wilayah operasional pertambangan di Mimika, Papua Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Freeport Indonesia dan aparat keamanan di kawasan Grasberg belum memberikan tanggapan resmi. papuanewsonline.com masih berupaya menghubungi pihak terkait.
Penulis: Hendrik
Editor: OF
Komentar
Berita Lainnya