Waspada! Hanya Tiga Bulan 5.000 Kasus Malaria Teridentifikasi di Timika
Obet menjelaskan bahwa wilayah dengan jumlah kasus tertinggi adalah, Pasar Sentral, Wania, dan Timika Jaya (Karang Senang)
Papuanewsonline.com - 14 Jun 2025, 08:05 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Timika,
– Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat adanya lonjakan signifikan kasus malaria dalam tiga bulan terakhir di Tahun 2025.
Berdasarkan data hingga Maret 2025, setidaknya 5.000 kasus malaria teridentifikasi dan tersebar di berbagai wilayah dengan tingkat intensitas yang berbeda.
Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2) dinas kesehatan kabupaten Mimika, Obet Tekege membenarkan peningkatan kasus malaria tersebut.
“Peningkatan kasus naik sangat signifikan sesuai data 3 bulan tahun 2025, yang kami temukan itu sekitar 5.000 kasus,” ujar Obet di Timika, Jumat (13/6/2025).
Obet menjelaskan bahwa wilayah dengan jumlah kasus tertinggi adalah, Pasar Sentral, Wania, dan Timika Jaya (Karang Senang). Ketiga kawasan ini dinilai aktif dalam melakukan deteksi dini melalui kunjungan rumah ke rumah oleh tenaga kesehatan dan kader masyarakat.
“Pertama itu di Pasar Sentral. Kedua di Wania. Ketiga itu di Puskesmas Timika Jaya, Karang Senang. Karena petugas kesehatan aktif dari rumah ke rumah,” jelasnya.
Menurut Obet, peningkatan jumlah kasus dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang tidak sehat, serta kebiasaan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah pada malam hari, tepat pada waktu nyamuk malaria aktif menggigit.
“Tempat-tempat nyamuk itu semakin banyak, Masyarakat Mimika itu banyak berada di luar rumah jam 6 sore sampai pagi,” ungkapnya.
Ditambahkan Selain itu, rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi obat malaria hingga tuntas.
" banyak juga pasien yang menghentikan pengobatan sebelum waktunya, sehingga potensi penularan dan kekambuhan penyakit kembali terjadi," sorot Obet.
“ Mereka yang positif malaria itu, mereka tidak minum obat sampai tuntas. Obat biru dan coklat harus diminum sampai habis,, karena bila tidak selesai dikonsumsi obat, maka potensi kembali positif malaria tinggi,”ungkap Obet.
Sebagai langkah penanganan, ditambahkan Obet bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menjalin kerja sama lintas sektor dengan kelurahan-kelurahan serta mitra lembaga seperti YPM-LK, CID, dan PT Petrus, untuk berkolaborasi dalam upaya pencegahan.
" Ada beberapa kegiatan yang rutin kita lakukan, yaitu Penyemprotan dinding (Indoor Residual Spraying/IRS),Pembagian kelambu (batel), memberikan eukasi kesehatan kepada masyarakat, pembersihan saluran dan selokan sebagai habitat nyamuk," tandas Obet.
Obet menjelaskan, Dinas Kesehatan menjalin kerja sama dengan kelurahan-kelurahan, dan masyarakat untuk membersihkan lingkungan.
" Untuk pencegahan selain kami dari dinas, ada Mitra-mitra juga berperan aktif seperti IRS, batel, edukasi di lapangan,” ucap Obet.
Sebagai bentuk pencegahan, masyarakat diminta untuk turut berperan aktif dengan cara:
Menjaga kebersihan lingkungan,
Membersihkan saluran air dan genangan,
Menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari tanpa pelindung diri,
Segera mengakses layanan kesehatan dan mengikuti pengobatan hingga selesai.
“Kesehatan itu adalah urusan pribadi dan usaha bersama, jadi kalau kita bersihkan lingkungan kita, maka sudah pasti kita jaga diri dan tubuh kita pasti sehat,” kata Obet.(Fadli)