TPNPB Klaim Tembak Dua Orang di Yahukimo, Situasi Dekai Memanas
Kelompok TPNPB Kodap XVI Yahukimo Korowai mengaku melakukan penembakan terhadap dua orang yang disebut sebagai agen intelijen serta mengeluarkan ultimatum kepada warga sipil untuk meninggalkan wilayah yang mereka tetapkan sebagai zona konflik bersenjata
Papuanewsonline.com - 27 Apr 2026, 20:43 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Yahukimo — Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo dilaporkan memanas setelah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo Korowai mengklaim melakukan aksi penembakan terhadap dua orang di wilayah Kali Biru, Kota Dekai, Senin (27/4/2026).
Dalam siaran pers yang diterima dari Manajemen Markas Pusat
KOMNAS TPNPB, disebutkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh pasukan di bawah
pimpinan Mayor Mackar Sobolim bersama Lampion Heluka.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan telah menerima laporan langsung dari lapangan terkait insiden tersebut. Mereka mengklaim bahwa dua orang yang ditembak merupakan agen intelijen militer yang menyamar sebagai aparatur sipil negara (ASN), serta menyebut dua unit kendaraan turut mengalami kerusakan akibat tembakan.

Dalam pernyataannya, TPNPB juga menegaskan sikapnya terhadap
aparat keamanan Indonesia. Mereka meminta agar pihak militer tidak
menyembunyikan identitas korban dalam insiden tersebut.
Selain itu, kelompok tersebut menyebut bahwa sebelumnya
telah mengeluarkan ultimatum pada 26 April 2026 kepada seluruh pengguna
kendaraan di wilayah yang mereka sebut sebagai “zona perang”.
“Jika tidak kami siap tembak karena itu bagian dari agen intelijen militer Indonesia. Dan hal tersebut tidak di indahkan maka hari ini kami sudah eksekusi dua orang dan dua unit mobil,” demikian pernyataan dalam siaran pers tersebut.

TPNPB juga menyampaikan peringatan keras kepada warga sipil, khususnya yang disebut sebagai warga imigran Indonesia, untuk segera meninggalkan wilayah Yahukimo. Mereka menyatakan bahwa daerah tersebut telah ditetapkan sebagai wilayah perang.
“Kami juga mengimbau kepada warga imigran Indonesia dan
orang Papua agar segera kosongkan wilayah Yahukimo karena saya, Mackar Sobolim
dari Korowai telah berada di wilayah perang di Yahukimo dan siap perang sampai
Papua Merdeka atau negara kolonialisme Indonesia mengakui kemerdekaan bangsa
Papua.”
Lebih lanjut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB turut
mendesak pemerintah Indonesia untuk segera melakukan evakuasi terhadap warga
sipil yang bekerja di wilayah tersebut, termasuk ASN, tenaga kesehatan, guru,
sopir, dan pekerja lainnya.
Mereka juga menyatakan akan terus melakukan aksi serupa
apabila ultimatum tersebut tidak direspons oleh pemerintah.
“Hal ini perlu kami sampaikan demi keamanan dan jaminan
keselamatan bagi warga sipil di wilayah konflik bersenjata. Dan juga jika
pemerintah tidak mendengar perintah evakuasi warga imigran maka seluruh korban
menjadi tanggung jawab negara indonesia karena tidak bertanggung jawab terhadap
warganya saat perintah ini dikeluarkan.”
Hingga berita ini rilis, belum ada keterangan resmi dari pihak aparat keamanan maupun pemerintah terkait insiden penembakan tersebut. (GF)