Aktivis dan Akademisi kupas tuntas Diskusi Keperempuanan yang digelar IKAMI Sulsel dan HMI Mimika
Diskusi bertajuk Peran Perempuan dalam Organisasi dan Akademik
Papuanewsonline.com - 29 Des 2022, 17:17 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, MIMIKA
– Bertempat di café One Republik kamis siang tadi IKAMI Sulsel bersama HMI
Mimika mengadakan Diskusi Keperempuanan bertema “Peran Perempuan dalam
Organisasi dan Akademisi” dengan narasumber Suraya Madubun, SE, M.Si dan Yunita
Koy, SH, MH
Kegiatan ini dihadiri oleh
Pengurus IKAMI Sulsel dan Pengurus HMI Mimika juga perwakilan bid. Perempuan di
OKP lainnya. Diskusi yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini diikuti dengan
penuh antusias oleh peserta yang didominasi perempuan.
Pada penyampaian materi perdana,
Suraya Madubun yang memiliki pengalaman berorganisasi di HMI dan KNPI ini
memamparkan tentang pentingnya perempuan untuk lebih berperan dalam organisasi,
mengembangkan diri dan potensinya sembari mendukung perempuan lainnya.
“Kita sering mendengar istilah women
support women, women inspiring women, women empowering women dan lainnya.
Artinya sesame perempuan kita harus saling mendukung, menginspirasi dan menguatkan
agar semakin banyak perempuan maju dan berkembang. Perempuan secara lahiriah
tercipta sebagai makhluk yang memiliki “multy talent” terbukti perempuan dalam
kesehariannya mampu mengerjakan berbagai hal dalam waktu bersamaan. Kondisi
inilah jika difungsikan dengan baik dalam organisasi, pekerjaan atau karir
apapun sangat menguntungkan,” ungkap Suraya membuka materinya.
Lebih Lanjut Suraya menyampaikan
bahwa dalam dunia organisasi perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama
untuk berproses dan bertumbuh, serta membentuk jiwa kepemimpinan mereka tanpa
meninggalkan kondratnya sebagai perempuan
“Untuk mengasah potensi dan jiwa
kepemimpinan tentu tidak mudah dan butuh waktu, karena itu perempuan harus masuk
dalam organisasi atau komunitas dimana dia bisa belajar, mau bekerja keras dan
bermental baja. Jangan manja, jangan cengeng dan baperan supaya terbentuk jiwa
yang Tangguh dan mandiri,” lanjut Suraya yang sehari-harinya bekerja sebagai
Dosen di Universitas Timika yang juga menjabat sebagai Ketua KAHMI Mimika ini
Sedangkan Yunita Koy yang biasa
dipanggil Nori, pada materinya menjelaskan bahwa Perempuan juga harus hadir dengan
membawa solusi bukan hanya mengkritik. Kesempatan kepada perempuan sudah mulai
terbuka jadi harus dimaksimalkan, termasuk didalamnya afirmasi 30% bagi
perempuan di Politik.
“Kesetaraan Gender selalu menjadi
isu yang menarik di kalangan perempuan karena budaya Patriarki yang dianut sebagian
masyarakat kita menempatkan perempuan pada posisi yang lemah, tidak memiliki
kapasitas dan kemampuan seperti lelaki dan berbagai anggapan yang melemahkan
lainnya. Karena itu perempuan harus dididik sejak dalam keluarga dengan mengemban tanggung jawab kecil hingga besar agar saat keluar rumah mereka dapat menjadi pribadi yang cukup percaya diri atau tidak minder dan mandiri dalam pola pikir dan tindakan,” ujar Nori (Fauzia)