logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT

Aktivis dan Akademisi kupas tuntas Diskusi Keperempuanan yang digelar IKAMI Sulsel dan HMI Mimika

Diskusi bertajuk Peran Perempuan dalam Organisasi dan Akademik

Papuanewsonline.com - 29 Des 2022, 17:17 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Kedua Pemateri diapit perwakilan organisasi perempuan

Papuanewsonline.com, MIMIKA – Bertempat di café One Republik kamis siang tadi IKAMI Sulsel bersama HMI Mimika mengadakan Diskusi Keperempuanan bertema “Peran Perempuan dalam Organisasi dan Akademisi” dengan narasumber Suraya Madubun, SE, M.Si dan Yunita Koy, SH, MH

Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus IKAMI Sulsel dan Pengurus HMI Mimika juga perwakilan bid. Perempuan di OKP lainnya. Diskusi yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini diikuti dengan penuh antusias oleh peserta yang didominasi perempuan.

Pada penyampaian materi perdana, Suraya Madubun yang memiliki pengalaman berorganisasi di HMI dan KNPI ini memamparkan tentang pentingnya perempuan untuk lebih berperan dalam organisasi, mengembangkan diri dan potensinya sembari mendukung perempuan lainnya.

“Kita sering mendengar istilah women support women, women inspiring women, women empowering women dan lainnya. Artinya sesame perempuan kita harus saling mendukung, menginspirasi dan menguatkan agar semakin banyak perempuan maju dan berkembang. Perempuan secara lahiriah tercipta sebagai makhluk yang memiliki “multy talent” terbukti perempuan dalam kesehariannya mampu mengerjakan berbagai hal dalam waktu bersamaan. Kondisi inilah jika difungsikan dengan baik dalam organisasi, pekerjaan atau karir apapun sangat menguntungkan,” ungkap Suraya membuka materinya.

Lebih Lanjut Suraya menyampaikan bahwa dalam dunia organisasi perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk berproses dan bertumbuh, serta membentuk jiwa kepemimpinan mereka tanpa meninggalkan kondratnya sebagai perempuan

“Untuk mengasah potensi dan jiwa kepemimpinan tentu tidak mudah dan butuh waktu, karena itu perempuan harus masuk dalam organisasi atau komunitas dimana dia bisa belajar, mau bekerja keras dan bermental baja. Jangan manja, jangan cengeng dan baperan supaya terbentuk jiwa yang Tangguh dan mandiri,” lanjut Suraya yang sehari-harinya bekerja sebagai Dosen di Universitas Timika yang juga menjabat sebagai Ketua KAHMI Mimika ini

Sedangkan Yunita Koy yang biasa dipanggil Nori, pada materinya menjelaskan bahwa Perempuan juga harus hadir dengan membawa solusi bukan hanya mengkritik. Kesempatan kepada perempuan sudah mulai terbuka jadi harus dimaksimalkan, termasuk didalamnya afirmasi 30% bagi perempuan di Politik.

“Kesetaraan Gender selalu menjadi isu yang menarik di kalangan perempuan karena budaya Patriarki yang dianut sebagian masyarakat kita menempatkan perempuan pada posisi yang lemah, tidak memiliki kapasitas dan kemampuan seperti lelaki dan berbagai anggapan yang melemahkan lainnya. Karena itu perempuan harus dididik sejak dalam keluarga dengan mengemban tanggung jawab kecil hingga besar agar saat keluar rumah mereka dapat menjadi pribadi yang cukup percaya diri atau tidak minder dan mandiri dalam pola pikir dan tindakan,” ujar Nori  (Fauzia)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE