logo-website
Rabu, 15 Jul 2026,  WIT

Anggota DPRK Partai PKB Stevanus Onawame Batal Reses, Diduga Karena Mabuk Berat

Masyarakat Kecewa Karena Telah Meluangkan Waktu, dan Meninggalkan Pekerjaan Mereka namun Hingga Bubar Anggota DPRK Partai PKB Itu Tak Kunjung Muncul

Papuanewsonline.com - 15 Jul 2026, 09:55 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Papuanewsonline.com, Timika-

Kegiatan reses anggota DPRK Mimika dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa [PKB], Stevanus Onawame, di Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, yang dijadwalkan Senin, 13 Juli 2026, batal dilaksanakan tanpa kejelasan.

Pembatalan tersebut memicu kekecewaan puluhan warga yang mengaku telah menunggu berjam-jam di lokasi kegiatan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, undangan reses telah disebarkan sebelumnya oleh tim pendamping anggota dewan kepada konstituen di wilayah Pasar Sentral.

"Kami datang karena menghormati undangan reses. Kami menunggu cukup lama, tetapi tidak ada kepastian. Akhirnya kami pulang dengan rasa kecewa," ujar seorang warga yang hadir di lokasi dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan, pada Senin (13/7)

Hingga kegiatan dibubarkan oleh warga, tidak ada keterangan resmi dari penyelenggara maupun dari anggota DPRK yang bersangkutan terkait alasan pembatalan dan ketidakhadirannya.

Di tengah kekecewaan tersebut, beredar isu di antara warga yang hadir yang menduga ketidakhadiran Stevanus Onawame berkaitan dengan kondisi yang bersangkutan yang suka mabuk.

Dugaan tersebut disampaikan secara lisan oleh beberapa konstituen di lokasi.

Upaya konfirmasi yang dilakukan Papuanewsonline.com kepada Stevanus Onawame maupun kepada pengurus Fraksi PKB DPRK Mimika hingga Rabu  belum mendapatkan jawaban.

Terpisah, warga berharap pimpinan Fraksi PKB dan pimpinan DPRK Mimika dapat memberikan klarifikasi dan evaluasi atas kejadian tersebut. 

Menurut mereka, reses merupakan agenda resmi kedewanan yang menjadi sarana konstitusional bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat. Ketidakhadiran tanpa pemberitahuan dinilai merugikan warga yang telah meluangkan waktu dan pekerjaan.

Papuanewsonline.com

masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

Penulis: Hendrik

Editor.   : Gf

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
E
Engelbertus yari | 15 Jul 2026, 10:47 WIT
Kami bisah minta maaf kami Bru ikut berita ini.sy mau blng tolong Trung ke kampung kampung kha.lihat bangunan sama Khususnya kampung Umar arerau ini.sangat di sayangkan di kampung itu