Bupati Teluk Bintuni Cek Kesiapan Lokasi Festival Mangrove Yang Akan Dilaksanakan Secara Perdana
Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan festival mangrove bintuni serta untuk menguatkan ekosistem alam dan daya dukung lingkungan.
Papuanewsonline.com - 30 Agu 2023, 11:59 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Teluk Bintuni - Festival Mangrove perdana rencananya akan digelar oleh pemerintah kabupaten teluk bintuni di tahun ini, festival tersebut terwujud adalah wujud cita-cita dan inisiasi oleh Bupati dan wakil bupati 2 periode Ir Petrus Kasihiw MT dan Matret Kokop SH.
Dalam kunjungan ke rencana lokasi tersebut, bupati didampingi sejumlah pimpinan OPD terkait yakni kepala dinas pendidikan teluk bintuni Drs Albertus Anofa, Ka Satpol PP teluk bintuni Irai Suartika, Kabag Peregda teluk bintuni Nico Leftungun, kepala seksi Dinas pupr teluk bintuni Anton Pongtuluran, Kepala UPT kelistrikan Mathias Unawekia, kepala kampung masina serta masyarakat setempat yang menyambut kedatangan bupati teluk bintuni beserta rombongan.
Melalui agenda kunjungan ke lokasi rencana pelaksanaan Festival Mangrove pertama di Bintuni ini, Bupati teluk bintuni Ir Petrus Kasihiw MT mengajak seluruh pihak untuk mari kita sukseskan kegiatan ini, Festival ini dapat menjadi referensi bagi seluruh pihak dan elemen strategis di bintuni untuk bersama-sama menggencarkan seruan sukseskan festival mangrove bintuni yang tujuannya sangat penting untuk menguatkan ekosistem alam dan daya dukung lingkungan.
Menurut Bupati Pit Kasihiw, saat ini semua negara tengah menghadapi perubahan iklim global yang menyebabkan berbagai bencana alam seperti banjir, tidak hanya itu, mangrove memiliki manfaat untuk menekan emisi gas dan karbon serta mampu menghasilkan oksigen lima kali lipat daripada pohon yang ditanam di darat.
“Hari ini saya ingin menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat mari kita sukseskan kegiatan ini beri dukungan penuh kepada semua yang terlibat.
Pohon mangrove bisa mencapai lima kali lipatnya dari pada pohon yang ada di daratan, apalagi saat ini dunia sedang menghadapi perubahan iklim global, dan yang punya produksi oksigen signifikan adalah Mangrove, ungkap Bupati.
Untuk itu dirinya berharap melalui rencana kegiatan festival mangrove ini mampu memberikan referensi sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat setempat tepatnya di kampung masina teluk bintuni, nanti konsepnya akan kita buat tempat area mangrove kuliner juga area spot anak-anak muda dalam ajang pencarian bakat serta masih banyak hal lain yang bisa kita tumbuh kembangkan di areal kampung wisata mangrove ini.
“Banyak pihak lain baik masyarakat, para pegiat lingkungan maupun dari kalangan akademisi nantinya akan kami bekerja sama untuk memberikan konsep terbaik dalam mengelola area wisata kuliner mangrove, selain itu juga terdapat salah satu situs sejarah yakni pohon mangrove yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun
“Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai elemen dan stakeholder di Jatim baik Pemerintah Kabupaten/Kota, UPT Pemerintah Pusat, TNI, Polri, Lembaga Swadaya Masyarakat, BUMD, para pegiat lingkungan hidup dan masyarakat yang semakin intensif melakukan restorasi mangrove di sejumlah tempat Jatim,” ungkapnya.
Untuk itu diperlukan langkah-langkah terobosan, inovasi dan kolaborasi sebagai upaya untuk percepatan implementasi aksi perubahan iklim, terutama pada sektor kehutanan dan penggunaan lahan khususnya aktivitas budidaya mangrove yang seiring pengelolaan peningkatan ekonomi kerakyatan
“Pemulihan ekosistem mangrove merupakan salah satu cara mitigasi perubahan iklim dengan pola Peningkatan Cadangan Karbon (PCK). Ekosistem mangrove harus dikelola dengan basis masyarakat pesisir sebagai pelaku utama, dengan tetap memperhatikan nilai ekologi, ekonomi dan sosial budaya setempat,” ungkap Bupati.
Menurutnya, hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan keanekaragaman hayati, perlindungan garis pantai dan sumberdaya pesisir, serta peningkatan produk yang dihasilkan bagi peningkatan pendapatan masyarakat setempat, untuk itu demi mencapai tujuan tersebut diperlukan kolaborasi berbagai pihak, dukungan kuat dari pemerintah daerah dan para pihak terkait lainnya, sehingga Festival Mangrove ke 1 kabupaten teluk bintuni menjadi bagian dari komitmen kita bersama, jelas Bupati. (PNO-12)