Dandhy Laksono Hormati Laporan Mama Yasinta, Soroti Pihak yang Antar ke Jakarta
Sutradara film Pesta Babi menyatakan menghormati langkah hukum Mama Yasinta Moiwend, namun mempertanyakan pihak-pihak yang memfasilitasi keberangkatannya ke Jakarta
Papuanewsonline.com - 02 Jun 2026, 12:27 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jakarta – Sutradara film dokumenter Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, menanggapi laporan polisi yang diajukan Mama Yasinta atau Mama Sinta, salah satu tokoh yang tampil dalam film tersebut.
Dalam keterangan tertulis Sabtu, (30/5/2026), Dandhy
menyatakan menghormati langkah hukum Mama Sinta. Menurutnya, setiap warga
negara berhak menyampaikan keberatan melalui mekanisme yang berlaku.
"Kami hormati pilihan Mama Yasinta. Sebagaimana kami
menghormati hak setiap orang untuk tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di
Papua," ujar Dandhy.
Sorot Pihak Pendamping
Di sisi lain, Dandhy mempertanyakan pihak-pihak yang
memfasilitasi keberangkatan Mama Sinta ke Jakarta untuk melapor. Ia menilai
perhatian terhadap masyarakat adat seharusnya tidak hanya muncul saat ada
polemik film.
Dandhy menyinggung persoalan tanah ulayat yang selama ini
dihadapi masyarakat adat Papua. Ia menilai isu itu juga perlu mendapat
perhatian yang sama besar.
"Waktu tanah ulayatnya diambil tanpa izin, mereka tak
datang menjemput dan mengantarnya ke Jakarta untuk lapor polisi," tegas
Dandhy.
Polemik Masih Berlanjut
Film Pesta Babi mengangkat berbagai persoalan di Papua dan
memicu perbedaan pandangan antara tim produksi dengan Mama Sinta yang
belakangan menyatakan keberatan.
Sementara proses hukum berjalan, perdebatan publik terkait
film tersebut masih berlangsung. Kasus ini menyangkut aspek hukum, sosial, dan
isu masyarakat adat sehingga diperkirakan terus menjadi sorotan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi
dari pihak pendamping Mama Sinta yang disinggung Dandhy.
Penulis: Hend
Editor: GF