Dinas Kesehatan Gelar Rakerkesda II di Timika, Bahas Arah Kebijakan dan Penguatan Layanan
Forum Kesehatan Tahunan Hadirkan Perwakilan Kemenkes RI dan Delapan Kabupaten, Bahas Kolaborasi Strategis Menuju Sistem Kesehatan Merata dan Berkualitas di Tanah Papua
Papuanewsonline.com - 11 Nov 2025, 16:51 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Timika —Suasana hangat namun penuh semangat terasa di Hotel Grand Tembaga, Timika, pada 10–11 November 2025. Lebih dari seratus peserta dari berbagai unsur kesehatan — mulai dari dinas kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, hingga perwakilan Kementerian Kesehatan RI — berkumpul dalam forum penting bertajuk Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-II Provinsi Papua Tengah.
Kegiatan yang diselenggarakan
oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi
Papua Tengah ini mengusung tema besar:
“Aksi Bersama untuk Papua Tengah
Sehat: Strategi Efektif Peningkatan Kesehatan.”
Tema tersebut mencerminkan
semangat sinergi lintas sektor dalam memperkuat sistem kesehatan daerah,
mempercepat pemerataan fasilitas, serta memastikan setiap warga Papua Tengah
mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil, berkualitas, dan berkelanjutan.
Kabupaten Mimika dipercaya
menjadi tuan rumah pelaksanaan Rakerkesda tahun ini. Daerah yang dikenal
memiliki infrastruktur kesehatan paling lengkap di wilayah Papua Tengah ini
dinilai mampu memberikan contoh nyata dalam penerapan transformasi digital dan
pelayanan kesehatan terpadu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Mimika, Reynold Rizal Ubra, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan
apresiasi atas kepercayaan tersebut.
“Kami bangga Mimika bisa menjadi
tuan rumah Rakerkesda ke-II ini. Forum ini menjadi momentum penting bagi kita
untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, dan mempercepat transformasi
pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas,” ujar Reynold.
Reynold menambahkan, Mimika terus
mendorong digitalisasi sistem kesehatan agar layanan publik semakin cepat dan
akurat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis,
pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan budaya hidup sehat.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, drg. Yohanes Tebai, menegaskan bahwa
Rakerkesda II ini menjadi ajang evaluasi sekaligus perumusan langkah strategis
menghadapi tantangan nyata di lapangan — mulai dari keterbatasan tenaga
kesehatan, fasilitas medis, hingga sarana prasarana yang belum merata.
“Melalui Rakerkesda ini, kita
ingin menyamakan persepsi dan langkah bersama dalam menerjemahkan visi-misi
Gubernur Papua Tengah. Tujuan akhirnya adalah percepatan peningkatan layanan
kesehatan masyarakat, dari kota hingga pelosok,” jelas Yohanes.
Ia juga menyoroti perlunya
memperkuat kemitraan antara pemerintah, lembaga pendidikan kesehatan, dan pihak
swasta, guna memastikan ketersediaan tenaga medis di daerah terpencil tetap
terjaga.
“Papua Tengah butuh SDM kesehatan
yang bukan hanya terampil, tapi juga punya hati melayani. Itu yang menjadi
fokus kami ke depan,” tambahnya.
Rakerkesda II tidak sekadar
menjadi ajang pertemuan formal, tetapi forum strategis bagi para pemangku
kepentingan untuk mendiskusikan capaian dan kendala program kesehatan di
delapan kabupaten Papua Tengah, yakni Mimika, Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai,
Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.
“Keberhasilan pembangunan
kesehatan di Papua Tengah tidak bisa dicapai sendiri. Harus ada sinergi dari
semua pihak agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya,” ujarnya.
Rakerkesda II di Timika
menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyusunan rencana
aksi daerah bidang kesehatan tahun 2026–2030. Langkah ini diharapkan memperkuat sistem kesehatan daerah yang lebih inklusif,
berkeadilan, dan berbasis data.
Penulis: Jidan
Editor: GF