logo-website
Jumat, 05 Jun 2026,  WIT

Dinas P3AP2KB Mimika Gelar Edukasi Bangga Kencana, Tekankan Pentingnya Data Akurat

Dinas P3AP2KB mengadakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Program Bangga Kencana yang dikemas dengan pendekatan budaya lokal

Papuanewsonline.com - 05 Jun 2026, 10:05 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Tampak foto bersama saat kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi di Balai Penyuluhan KB SP2 pada Kamis (4/6/2026).

Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) mengadakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana yang dikemas dengan pendekatan budaya lokal. Acara berlangsung di Balai Penyuluhan KB SP2 pada Kamis (4/6/2026) dan dihadiri para kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas mendampingi calon pengantin, ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting.


Kepala Dinas P3AP2KB, Johana AB Arwam, menyampaikan bahwa pengumpulan data saat ini masih mengandalkan pencatatan manual karena aplikasi terhubung kementerian sering terhambat jaringan dan keterbatasan perangkat.

Meski demikian, data yang akurat sangat penting untuk mengetahui jumlah akseptor dan jenis kontrasepsi yang dibutuhkan.

Ia juga mengeluhkan keterbatasan pasokan alat kontrasepsi dari pusat, sehingga pihaknya berencana mengusulkan pengadaan melalui APBD Perubahan agar kebutuhan di pesisir, kota, dan pegunungan dapat terpenuhi tanpa kekosongan stok.

Johana menambahkan bahwa ke depannya akan diusulkan penyediaan laptop bagi kader lapangan guna memperlancar pencatatan, meski data manual tetap dipertahankan sebagai cadangan.

“Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi dan menampung masukan. Kami berharap dukungan sarana dan prasarana dapat meningkatkan semangat kerja para pendamping keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber dari BKKBN, Dirkson Auparay, menjelaskan bahwa setiap tim pendamping terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB yang berperan memetakan kondisi warga.

Data yang dikumpulkan nantinya dimasukkan ke aplikasi ELSIMIL yang dapat diakses nasional, sehingga intervensi penanganan stunting dan masalah lain dapat tepat sasaran.

“Data lapangan menjadi kunci agar penanganan tidak meleset dan semua instansi dapat bergerak bersama sesuai kebutuhan nyata warga,” tegasnya.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE