Dinas PU Mimika Imbau Warga Jaga Fasilitas, Penanganan Infrastruktur Air Dilakukan Menyeluruh
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah agar tidak dirusak.
Papuanewsonline.com - 30 Mar 2026, 18:06 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika — Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah agar tidak dirusak. Imbauan tersebut disampaikannya saat diwawancarai di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (30/03/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah melalui Dinas PU tahun ini akan
melakukan penanganan menyeluruh terhadap berbagai kerusakan fasilitas,
khususnya infrastruktur air di sejumlah wilayah. Penanganan dilakukan secara
simultan dengan melibatkan pihak ketiga yang memiliki kapasitas pengelolaan
profesional.
Menurutnya, pemerintah telah menginventarisasi sejumlah
kerusakan dan titik-titik krusial yang mengalami gangguan, termasuk fasilitas
yang tidak berfungsi optimal. Pada tahap awal, perbaikan akan ditangani oleh
Dinas PU, sementara pengelolaan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak ketiga
melalui kerja sama kontraktual.
“Dari laporan distrik dan kampung, masyarakat masih
mengalami keterbatasan dalam melakukan perawatan, terutama saat terjadi
kerusakan peralatan. Karena itu, diperlukan pengelolaan profesional agar
fasilitas dapat berfungsi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, sejumlah kerusakan fasilitas
disebabkan oleh pencurian komponen penting, seperti panel solar cell dan
inverter. Akibatnya, fasilitas seperti pompa air tidak dapat beroperasi
sebagaimana mestinya.
Awalnya, pengelolaan fasilitas diserahkan kepada masyarakat.
Namun dalam pelaksanaannya belum berjalan optimal, sehingga kini pemerintah
mengambil alih kembali untuk ditata ulang. Tahun ini, anggaran khusus telah
disiapkan untuk perbaikan sebelum nantinya dikelola oleh pihak profesional.
Adapun wilayah yang menjadi prioritas penanganan meliputi
Mimika Barat Jauh, Kapiraya, Mimika Barat Tengah (termasuk Utama Puruka),
Mimika Barat (Kokonau), Mimika Tengah (Atuka), serta Manasari dan Nayaro.
Selain penanganan, pemerintah juga merencanakan pembangunan
baru menggunakan sistem desalinasi di wilayah Ipaya pada tahun ini.
Ke depan, setiap pembangunan fasilitas tidak lagi langsung
diserahkan kepada masyarakat, melainkan kepada pengelola profesional yang akan
menempatkan tenaga teknis dan mekanik di lapangan guna memastikan operasional
dan perawatan berjalan optimal.
Pemerintah saat ini juga membangun komunikasi dengan
berbagai pihak, seperti PT Freeport Indonesia, pemerintah daerah, serta pihak
swasta, termasuk Koperasi Maria Bintang Laut. Kolaborasi ini diharapkan mampu
memperkuat pengelolaan fasilitas sekaligus memberikan edukasi kepada
masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah optimistis seluruh
fasilitas, baik yang dibangun pemerintah maupun pihak swasta, dapat dikelola
lebih baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,
khususnya di wilayah pesisir dan pinggiran.
Penulis: Bim
Editor: GF