General Stadium Prof. Dr. KH. Haedar Nashir Mewarnai Peresmian Gedung Perguruan Muhammadiyah Mimika
Papuanewsonline.com - 17 Feb 2023, 08:39 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, MIMIKA – Mengawali General Stadium atau Kuliah Umumnya, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada para tamu undangan yang hadir dari berbagai suku, agama, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat dan lain sebagainya. Meskipun untuk pertama kalinya beliau hadir di Mimika, Papua namun kesan yang diterima yaitu Mimika adalah salah satu kota yang mencerminkan keberagaman yang luar biasa.
“Ada beberapa hal yang ingin saya
sampaikan pada kesempatan ini, yang pertama, kita sbg Organisasi Masyarakat
maupun Umat Beragama yang hadir di sini memiliki nilai, makna atau value. Dan
itulah yang utama, bagaimana nilai atau value tersebut kita kolaborasikan agar
dapat menterjemahkan inti ajaran Islam yaitu rahmat bagi semesta alam atau
Rahmatan Lil Alamin.
“Yang kedua, jika mengingat
Kembali apa yang disampaikan Ketua Panitia sebelumnya bahwa Perguruan
Muhammadiyah yang sedemikian rupa perjuangannya sesuai dengan motto Mimika, Eme
Neme Yauwere, demikian pula Muhammadiyah.
itulah spirit Islam, spirit Muhamaddiyah. Sehingga dengan motto “Bersatu
Bersaudara kita Membangun” akan membawa kita untuk menebar kebajikan bagi dunia.
Beliau juga mengingatkan kepada
seluruh tamu yang hadir bahwa sebelumnya, Islam adalah agama yang membawa berbagai ilmu
pengetahuan bagi peradaban dunia. Memberikan peneguhan akidah disamping
menghormati agama lain dg prinsip Lakum dinukum waliyadin.
“Bagaimana agama melahirkan
rahmat, kebajikan yg utama. Walaupun kita tahu
bahwa dulu adanya hukum survival of the people. Dimana hukum alam adalah
sunatullah utk bertahan dan melangsungkan
kehidupan. Tapi juga bagaimana agama menyarankan utk memperjuangkannya harus
punya nilai, baik buruk, benar salah, pantas tdk pantas. Dalam nilai-nilai
itulah Agama melahirkan Rahmat bagi semesta alam,” ujarnya.
Ketua PP Muhammadiyah ini juga
menjelaskana bagaimana lahirnya konsep ukhuwah, ta'aruf. Bahwa manusia hidup untuk
saling kenal mengenal, tidak untuk saling bersaing. Meskipun ada yg berbeda
tapi untuk melengkapi.
“Indonesia ini luar biasa
perbedaannya.. Tapi Alhamdulilah atas
perjuangan pendahulu, kita bisa menyatu dan saling menghormati. Karena itu jangan
berusaha melebur perbedaan ini menjadi satu tapi hormatilah perbedaan. Agama
pun begitu. Pengalaman sejarah mengajarkan perang antar agama tdk pernah
membawa kebaikan tetapi justru membawa petaka,”tegas Prof. Haedar
Maka rawatlah keberagaman ini,
bekerja sama, saling menebar kebaikan utk semesta. Hidup untuk sesuatu yang
bermakna, sesuatu yang bernilai. Tantangannya
bagaimana agar hidup bermakna maka kita harus memiliki peradaban yang baik dan
maju, kuncinya adalah ILMU. Itulah
mengapa Muhammadiyah ada, untuk menjadikan generasi kita, generasi Qurrota A’yun
yag siap membangun peradaban dengan ilmu, iman dan amal. Muhammadiyah telah
memiliki 137 Perguruan Tinggi, 122 Rumah Sakit dan 363 linik yang tersebar di
seluruh Indonesi, bahkan Papua. Bersama-sama kita bangun Indonesia yang lebih maju.
Jayalah Muhammadiyah, Jayalah
Indonesia.. (Redaksi)