KKN UPGRIS Ajak Siswa MTs Ibrohimiyyah Seimbangkan Dunia Digital dan Dunia Nyata
Kegiatan bidang pendidikan ini sengaja dipilih karena maraknya penggunaan gawai di kalangan remaja yang sering kali berlebihan sehingga mengganggu kesehatan, menurunkan konsentrasi belajar, hingga membuat anak malas bergerak.
Papuanewsonline.com - 12 Agu 2026, 19:49 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Demak
– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 41 Desa Brumbung Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan sosialisasi mengenai cara bijak dalam menggunakan gawai bagi 30 siswa kelas 7B di MTs Ibrohimiyyah, Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Senin, 10/08/2026.
Kegiatan
bidang pendidikan ini sengaja dipilih karena maraknya penggunaan gawai di
kalangan remaja yang sering kali berlebihan sehingga mengganggu kesehatan,
menurunkan konsentrasi belajar, hingga membuat anak malas bergerak. Guna
mengantisipasi dampak negatif tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS memaparkan materi
interaktif mulai dari pengenalan fungsi gawai, ciri-ciri ketergantungan gawai,
hingga perbandingan penting antara keseruan dunia layar dan keindahan interaksi
di dunia nyata.
Proses pembelajarannya sendiri dibagi ke dalam tiga tahap. Pertama, mahasiswa memberikan penjelasan dasar mengenai batasan waktu hiburan maksimal 1 hingga 2 jam sehari. Kedua, mereka mengenalkan aturan praktis "20-20-20", yaitu mengistirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki setelah 20 menit menatap layar HP. Terakhir, para siswa diajak berkomitmen untuk selalu mendahulukan tugas sekolah serta meminta izin orang tua sebelum membuka gawai mereka.

Inovasi metode pembelajaran ini langsung mendapatkan sambutan hangat dan nilai positif dari pihak madrasah karena dinilai memberikan panduan penggunaan teknologi yang sangat dibutuhkan siswa di era modern.
"Tanggapan
kami mengenai materi sosialisasi penggunaan gawai secara bijak yang dibawakan
oleh adik-adik KKN hari ini sangat bagus dan sangat relevan dengan tantangan
anak zaman sekarang. Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, para siswa
bisa lebih disiplin membagi waktu antara belajar, beribadah, dan tidak melulu
ketergantungan pada layar HP," kata Bapak Muhamad Zubaidi selaku Kepala
Sekolah MTs Ibrohimiyyah.
Keceriaan
yang sama juga diungkapkan langsung oleh salah satu siswi yang merasa senang
bisa mendapatkan tips menjaga kesehatan mata dari para mahasiswa secara santai.
"Seneng
banget hari ini. Yang paling aku ingat dari materinya itu kita jangan
keseringan main HP, soalnya nanti bisa bikin mata capek. Makasih buat
kakak-kakak KKN yang udah nemenin kita di kelas 7B hari ini," cerita Winda
Ayu Maulidya, siswi kelas 7B MTs Ibrohimiyyah.
Melalui
sosialisasi ini, dampak positifnya langsung terlihat dari suasana kelas yang
menjadi lebih hidup dan interaktif saat para siswa diajak bercerita tentang
kebiasaan mereka sehari-hari. Manfaat nyata dari kegiatan ini adalah memberikan
panduan praktis yang mudah dipahami, seperti tips menjaga kesehatan mata,
sehingga para siswa punya bekal untuk mulai membatasi waktu layar secara
mandiri demi mendukung kelancaran aktivitas belajar mereka. (Red)