logo-website
Kamis, 26 Feb 2026,  WIT

Lestarikan Budaya Lewat Musik! Pj Sekda Papua Apresiasi Lomba Akustik Pemuda

Ajang Kreativitas dan Persatuan Generasi Muda Papua: Musik Jadi Sarana Menumbuhkan Semangat Kebangsaan dan Cinta Budaya Lokal

Papuanewsonline.com - 25 Okt 2025, 04:33 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Foto bersama Pj Sekda Papua Suzana D. Wanggai bersama para peserta dan panitia Lomba Musik Akustik tingkat SMA/SMK di GOR Cenderawasih, Jayapura.

Papuanewsonline.com, Jayapura — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, Pemerintah Provinsi Papua menggelar Lomba Musik Akustik tingkat SMA/SMK yang berlangsung meriah di GOR Cenderawasih, Jayapura, pada Jumat (24/10/2025).


Kegiatan yang diikuti oleh puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Keerom ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat musik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya dan rasa cinta Tanah Air di kalangan generasi muda.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para pelajar yang menampilkan karya musik dengan semangat kebersamaan dan nasionalisme.

“Kita sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan ruang bagi anak-anak kita untuk mengekspresikan diri, menumbuhkan kreativitas, serta menanamkan nilai kerja sama dan kebersamaan. Dari sini mereka belajar menjadi pemimpin, sekaligus motivator bagi teman-temannya,” ujar Suzana.

Dalam kesempatan tersebut, Suzana menekankan bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan perbedaan dan membangun karakter anak muda Papua.
Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk pembelajaran sosial yang membangun nilai gotong royong, komunikasi, dan tanggung jawab bersama dalam satu tim.

“Musik akustik mengajarkan anak-anak kita bagaimana membangun satu tim yang solid. Dalam bermusik, mereka belajar mendengarkan satu sama lain agar tercipta harmoni. Itu adalah pelajaran berharga bagi kehidupan mereka ke depan,” jelasnya.

Suzana menilai lomba ini juga menjadi simbol dari semangat Sumpah Pemuda 1928, di mana generasi muda berkomitmen bersatu dalam keberagaman demi Indonesia yang lebih baik. Ia berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan komunitas pemuda di berbagai daerah Papua.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Sonya Monim, menyebutkan bahwa lomba musik akustik ini diikuti oleh 15 tim pelajar SMA/SMK.
Setiap tim diwajibkan membawakan lagu nasional “Bangun Pemuda/Pemudi” serta satu lagu daerah pilihan.

Sonya menjelaskan bahwa konsep akustik dipilih karena genre ini digemari kalangan muda Papua dan relatif mudah dipadukan dengan unsur musik daerah.

“Kami memilih musik akustik karena anak-anak Papua sangat kreatif dan banyak yang punya bakat di bidang musik. Dari lomba ini, kami ingin menggali dan mengembangkan potensi mereka agar bisa terus berkarya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lomba musik akustik ini juga memiliki misi penting, yaitu melestarikan bahasa ibu dan budaya lokal di tengah arus modernisasi yang begitu cepat.

“Sekarang banyak anak muda yang lebih mengenal istilah asing daripada bahasa daerahnya sendiri. Kami ingin lewat lomba ini mereka kembali mengenal dan bangga akan bahasa serta budaya Papua,” tegas Sonya.

Kegiatan ini bukan sekadar lomba hiburan, melainkan gerakan kebudayaan untuk menjaga eksistensi bahasa dan musik daerah di tengah perkembangan zaman.
Sonya menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin menanamkan kesadaran kepada generasi muda bahwa budaya adalah jati diri bangsa.

“Musik daerah dan bahasa ibu adalah warisan yang harus dijaga. Anak-anak boleh modern, boleh berinovasi, tapi jangan sampai lupa akar budaya mereka,” katanya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap identitas ke-Papua-an di kalangan remaja. Pemerintah Provinsi Papua juga berencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Menutup sambutannya, Pj Sekda Suzana D. Wanggai berpesan agar generasi muda Papua tidak hanya menjadi penonton dalam kemajuan bangsa, tetapi juga menjadi pelaku perubahan yang kreatif, berbudaya, dan berkarakter.

“Kita ingin pemuda Papua menjadi generasi yang bangga akan budayanya, cinta tanah air, dan punya semangat untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ucapnya dengan penuh semangat.

Ia juga menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus dijaga dalam setiap karya dan tindakan nyata anak-anak Papua.
“Lewat musik, kita bisa menyatukan hati dan mengobarkan semangat kebangsaan,” tambahnya.



Penulis: Jid

Editor: GF

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE