logo-website
Minggu, 11 Jan 2026,  WIT

Menguatkan Harapan Pascabencana, Leo Clubs International Hadir Dampingi Pemulihan Mental

Pendampingan kesehatan berbasis komunitas dijalankan secara berkelanjutan untuk membantu warga bangkit dari dampak banjir bandang dan longsor di Sumatera

Papuanewsonline.com - 10 Jan 2026, 12:55 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Anak-anak korban bencana banjir bandang mengikuti kegiatan mewarnai sebagai bagian dari pendampingan pemulihan psikososial yang digelar Leo Clubs MD 307 Indonesia di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara, Jumat (9/1/2026).

Papuanewsonline.com, Sumatera Utara — Pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor tidak berhenti ketika air surut dan akses wilayah kembali terbuka. Pada fase lanjutan, masyarakat masih dihadapkan pada berbagai persoalan kesehatan, baik fisik maupun psikologis, yang dapat memengaruhi fungsi keluarga, pendidikan anak, hingga produktivitas kerja.


Menjawab kebutuhan tersebut, jejaring relawan bersama Leo Clubs MD 307 Indonesia melaksanakan pendampingan pemulihan kesehatan fisik dan mental secara mandiri bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Kegiatan ini berlangsung selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan pendekatan berbasis komunitas.

Pendampingan dirancang untuk membantu masyarakat mengenali tanda bahaya fisik dan psikologis sejak dini, memberikan dukungan awal yang aman, serta menjaga rutinitas dasar pemulihan seperti tidur yang cukup, hidrasi, nutrisi, kebersihan diri, dan penguatan dukungan sosial. Program ini juga mendorong akses rujukan yang tepat bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan warga dengan penyakit penyerta.

Di lapangan, kehadiran Leo Clubs MD 307 Indonesia ditegaskan sebagai gerak kolektif para anggota. Relawan hadir berdampingan dengan warga terdampak, menyampaikan informasi pemulihan, sekaligus membangun rasa solidaritas agar masyarakat tidak menghadapi fase pascabencana sendirian.

Renaldo Fajar Nugraha Susilo selaku President Leo Club MD 307 Indonesia menegaskan bahwa kerja kemanusiaan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat dan menghasilkan dampak yang terukur. Ia menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat, melainkan perlu membangun kapasitas warga agar dapat pulih dan kembali berfungsi secara mandiri.

Sementara itu, Louis Valentino Chairus sebagai Vice President Leo Club MD 307 Indonesia menyoroti pentingnya koordinasi lintas pihak dalam setiap respons kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa kerja lapangan harus terorganisasi dengan baik, berjejaring dengan masyarakat lokal, serta menjaga akuntabilitas agar manfaat pendampingan dapat berkelanjutan.

Hal senada disampaikan oleh Angeline Chen selaku MDT (Treasurer) Leo Club MD 307 Indonesia yang memastikan seluruh upaya kemanusiaan dikelola secara cermat, efisien, dan berorientasi pada pemulihan jangka menengah hingga panjang, sehingga dampaknya benar-benar dirasakan oleh komunitas terdampak.

Pendampingan ini turut diperkuat oleh tim teknis yang berfokus pada tata kelola dan pengorganisasian. R. Bg. Angelo Basario Marhaenis Manurung menekankan pentingnya desain pemulihan kesehatan mental yang dapat dipraktikkan langsung oleh komunitas, sementara Joseph Aguslow menambahkan bahwa ketepatan desain operasional menjadi faktor penentu kualitas dampak program di situasi pascabencana.

Melalui penguatan komunikasi publik dan jejaring, kegiatan ini diarahkan menjadi model kerja komunitas yang terstruktur dan berkelanjutan. Dengan semangat we serve, Leo Clubs International hadir bersama masyarakat terdampak untuk menguatkan pemulihan fisik, menenangkan trauma, serta mendorong kemandirian komunitas dalam menghadapi masa depan.


Penulis: Red

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE