logo-website
Rabu, 22 Jul 2026,  WIT

Misi Pacific Partnership 2026 Hadir di Sibolga, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bersama Mitra

Kapal amfibi Angkatan Laut Kerajaan Australia, HMAS Choules, membawa personel misi Pacific Partnership 2026 (PP26) mendarat di Sibolga pada Senin (20/7/2026).

Papuanewsonline.com - 22 Jul 2026, 21:39 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Pacific Partnership 2026 Hadir di Sibolga

Papuanewsonline.com, Sibolga – Kapal amfibi Angkatan Laut Kerajaan Australia, HMAS Choules, membawa personel misi Pacific Partnership 2026 (PP26) mendarat di Sibolga pada Senin (20/7/2026). Ini menjadi perhentian kedua misi tahunan terbesar Angkatan Laut AS di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus menandai kedatangan ketujuh kalinya misi ini ke Indonesia sejak pertama kali digelar tahun 2006. Kegiatan ini melibatkan perwakilan pasukan dari Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura bersama TNI serta pemerintah daerah setempat. Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai wujud persaudaraan dan kepedulian bersama dalam menghadapi tantangan kebencanaan.

Dalam upacara pembukaan Selasa (21/7) yang dihadiri Wali Kota Sibolga, Bupati Tapanuli Tengah, jajaran perwira tinggi TNI, serta perwakilan diplomatik AS, Komandan Misi Kapten Robert Reyes menegaskan bahwa sejarah panjang ketangguhan masyarakat Sibolga menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab kolektif. 

“Kami datang untuk merayakan ketangguhan warga sekaligus bertukar keahlian demi memperkuat kemampuan merespons darurat secara cepat dan tepat,” ujarnya.

 Semoga sinergi ini menjadi pondasi kuat bagi keselamatan bersama di masa mendatang.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS di Jakarta, Joy Sakurai, menambahkan bahwa misi ini membuktikan komitmen berkelanjutan kedua negara dan mitra lain untuk membangun kawasan yang lebih tangguh. 

“Melalui kerja sama nyata, kita meningkatkan kemampuan yang menyelamatkan nyawa dan menjadikan Indo-Pasifik lebih aman dan stabil,” tegasnya. 

Misi ini akan berlangsung hingga 1 Agustus 2026 dengan fokus utama pada empat bidang: teknik pembangunan, layanan medis, manajemen bencana, serta interaksi sosial dengan masyarakat.

Rangkaian kegiatan meliputi pembangunan ruang kelas dan perbaikan gedung sekolah, pelatihan taktis penanggulangan bencana, penyusunan rencana tanggap darurat di rumah sakit, serta pertukaran pengetahuan tenaga medis. 

Grup musik misi juga akan tampil untuk merajut keakraban antarwarga dan personel. Seluruh aktivitas dirancang untuk memperkuat kemampuan daerah dalam menangani situasi darurat secara mandiri maupun bersama mitra internasional.

Memasuki edisi ke-22, Pacific Partnership menjadi bukti nyata kerja sama lintas negara yang mengutamakan kemanusiaan dan persahabatan. Armada Ke-7 AS dan Armada Pasifik AS senantiasa bersinergi dengan sekutu dan mitra demi menjaga kawasan yang bebas, terbuka, dan sejahtera.

 Semoga misi ini membawa manfaat luas, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kesiapan kita semua dalam melindungi nyawa serta harta benda masyarakat dari ancaman bencana.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE