Pasukan Garuda UNIFIL Kembali ke Tanah Air, TNI Apresiasi Dedikasi di Misi Perdamaian Dunia
Setelah 13 bulan bertugas di Lebanon dalam situasi konflik yang dinamis dan penuh risiko, Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL disambut di Mabes TNI dengan penghargaan atas kontribusi kemanusiaan dan keberhasilan menjaga stabilitas kawasan
Papuanewsonline.com - 04 Jun 2026, 18:55 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Markas Besar TNI menyambut
kepulangan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force in
Lebanon (UNIFIL) masa penugasan 2025/2026 yang telah menyelesaikan misi
pemeliharaan perdamaian dunia di Lebanon. Penyambutan berlangsung di Lapangan
PRIMA, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026).
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang diwakili
Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun memimpin
langsung upacara penyambutan para prajurit yang kembali dari daerah misi
setelah menjalankan tugas selama kurang lebih 13 bulan.
Dalam amanat tertulis Panglima TNI yang dibacakan oleh
Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, disampaikan bahwa para prajurit telah
menjalankan tugas di tengah kondisi operasi yang sangat kompleks, dinamis, dan
penuh tantangan keamanan.
Menurut Panglima TNI, eskalasi konflik yang terjadi di
Lebanon Selatan menuntut setiap personel untuk memiliki keteguhan mental,
kematangan dalam bertindak, serta profesionalisme tinggi dalam menjalankan
mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selain menghadapi berbagai tantangan di lapangan, TNI dan
bangsa Indonesia juga kehilangan empat prajurit terbaik yang gugur dalam
pelaksanaan tugas sebagai Kusuma Bangsa selama misi perdamaian tersebut.
“Selama melaksanakan misi penugasan, Satgas TNI Kontingen
Garuda UNIFIL juga telah berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menorehkan
prestasi yang membanggakan. Dengan menerima dua penghargaan oleh Force
Commander Unifil Mayjen Diodato Abagnara yaitu, di bidang kemanusiaan
penghargaan Letter of Appreciation kalian telah memberikan bantuan nyata
berupa penyediaan air bersih dan sistem penjernihan air layak minum bagi
masyarakat lokal. Sedangkan di bidang operasi penghargaan Letter of
Commendation, kalian juga berhasil berperan dalam mencegah dan melaksanakan
deeskalasi ketegangan antara Lebanese Armed Forces (LAF) dan Israel
Defense Forces (IDF) yang berpotensi menimbulkan konflik terbuka serta
insiden internasional”, ungkap Panglima TNI.
Penghargaan tersebut menjadi bukti pengakuan internasional
atas profesionalisme prajurit Indonesia yang tidak hanya menjalankan fungsi
keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat
terdampak konflik.
Sementara itu, Komandan Satgas (Dansatgas) TNI Konga UNIFIL
Kolonel Inf Raja Gunung Nasution menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya
atas capaian yang diraih selama penugasan. Ia menilai penghargaan tersebut
merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang menjalankan tugas dengan
penuh dedikasi.
Menurut Raja Gunung Nasution, salah satu program yang
mendapat apresiasi tinggi adalah pembangunan sistem penjernih air layak minum
bagi masyarakat Lebanon Selatan yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh
akses terhadap kebutuhan dasar tersebut.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari
pengabdian prajurit TNI sebagai pelaksana misi perdamaian dunia sekaligus duta
budaya bangsa yang membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional.
Satgas TNI Konga UNIFIL terdiri dari berbagai unsur satuan
tugas, yakni Satgas TNI Yonmek Konga XXIII-S/UNIFIL, Force Headquarter
Support Unit, Military Police Unit, Military Civic Outreach Unit,
Civil Military Cooperation, Hospital Level II, serta Military
Staff Sector East UNIFIL.
Keikutsertaan TNI dalam misi UNIFIL selama ini menjadi salah
satu bentuk implementasi amanat konstitusi Indonesia dalam menjaga ketertiban
dunia dan mewujudkan perdamaian internasional melalui keterlibatan aktif dalam
operasi pemeliharaan perdamaian PBB. (GF)