Pecah! Penetapan Wabup Nduga di Jayapura Ricuh, Massa Hampir Bentrok
Sidang penetapan Wakil Bupati Kabupaten Nduga di Jayapura berakhir kacau. Ruang sidang yang seharusnya formal berubah menjadi arena keributan antar dua kelompok pendukung.
Papuanewsonline.com - 04 Jul 2026, 11:34 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jayapura – Sidang penetapan Wakil Bupati Kabupaten Nduga di Jayapura berakhir kacau. Ruang sidang yang seharusnya formal berubah menjadi arena keributan antar dua kelompok pendukung.
Itan Kwijange, warga Nduga, membongkar seluruh kejadian melalui pesan suara WhatsApp kepada Papuanewsonline.com, Jumat 3 Juli 2026.

Awal Mula Keributan
"Ya ya selamat sore begini Pak. Wakil Bupati ini Maniap Kelnea dengan Paulus Kwijange," kata Itan membuka ceritanya. Menurutnya, keributan dipicu saat sidang membahas keputusan Wakil Bupati.
Suasana Sidang Memanas
"Keputusan Wakil Bupati itu mereka dua baku lawan di dalam itu tempat rapat kah, Sidang Paripurna Kak," ujarnya. Suasana yang awalnya tegang berubah menjadi saling hadap antar pendukung.
Aksi Saling Tarik Kertas
Keributan mulai terlihat secara fisik. "Di situ baru mereka baku tarik-tarik kertas itu sampai orang-orang bilang," ungkap Itan. Aksi itu memancing reaksi dari peserta sidang lainnya.
Dua Kubu yang Berseteru
Itan menyebut dua pihak yang tidak bisa menerima keputusan. "Pihak sebelah ini Paulus Urangkai ini dia tidak terima. Baru Maniap ini lagi," jelasnya. Ia menambahkan Maniap Kelnea saat itu mengenakan baju berwarna biru.
Eskalasi ke Aksi Fisik
Ketegangan tak berhenti di adu mulut. "Mereka baku tahan menahan," kata Itan. Situasi semakin tidak terkendali saat sidang berlangsung.
Puncak Kericuhan, Kursi Diangkat
Puncaknya terjadi aksi saling dorong. "Ini hari ini baru Sidang Paripurna Kakak-kak itu menetapkan itu sidang begitu baru mereka baku ribut dalam situ, baku angkat kursi sampai mereka jadikan Maniap Kelnea," bebernya.
Faktor Duka Keluarga
Di balik keributan ada faktor emosional. "Saya punya kakak meninggal jadi wakilnya sayang, jadi Wakil Bupati Kabupaten," ujarnya lirih. Hal itu menjadi latar belakang kekecewaan salah satu kubu.
Ancaman Konflik Lebih Luas
Itan paling khawatir dengan dampak lanjutan. "Lusa itu kayaknya hampir perang suku muncul begitu Pak," katanya. Ia menutup dengan imbauan: "Tidak tahu nanti ujung-ujungnya nanti Paulus Urangkai ini dia bikin masalah atau tidak. Ini yang kita tanya, waspada saja begitu Pak."
Penulis: Hendrik
Editor: OF