PELNI Dan Pelindo Buka Posko Bersama Untuk Galang Bantuan Gempa NTT
Posko di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pusat penghimpunan bantuan kemanusiaan yang akan dikirim gratis melalui kapal PELNI.
Papuanewsonline.com - 22 Agu 2026, 12:05 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Jakarta — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) membuka Posko Bersama Bantuan Kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Posko tersebut berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan dibentuk di bawah dukungan Kementerian Perhubungan RI sebagai bagian dari upaya mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana.
Kehadiran posko menjadi wadah bagi instansi, lembaga, maupun komunitas yang ingin menyalurkan bantuan melalui jalur laut. Barang bantuan yang dikirim menggunakan kapal penumpang PELNI mendapatkan pembebasan tarif muatan sebesar 100 persen.
Plh. Kepala KSOP Kelas Utama Tanjung Priok Kurniawan mengatakan, pemerintah bersama PELNI dan Pelindo berkomitmen memastikan proses pengiriman bantuan kemanusiaan ke NTT berjalan lancar.
“Pemerintah memberikan dukungan penuh agar program bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di NTT dapat berjalan dengan baik. Pemberian potongan harga 100 persen untuk tarif muatan barang di kapal penumpang PELNI merupakan bentuk dukungan dalam situasi khusus seperti bencana,” ujar Kurniawan.
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra mengatakan, Posko Bersama dibentuk untuk memudahkan berbagai pihak dalam menyalurkan bantuan melalui mekanisme yang terkoordinasi.
“Pelindo bersama KSOP dan PELNI menyiapkan Posko Bersama Bantuan Kemanusiaan di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bentuk kolaborasi untuk mendukung percepatan penanganan bencana di NTT,” ujar Yandri.
Ia mengajak instansi, lembaga, maupun komunitas yang ingin memberikan bantuan untuk memanfaatkan posko tersebut. Pelindo akan mendukung proses penerimaan hingga pengiriman bantuan melalui fasilitas dan layanan kepelabuhanan yang tersedia.
Kepala Cabang PELNI Jakarta Muhammad Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, atas dukungan terhadap program pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut.
“Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah dan Kementerian Perhubungan RI yang telah memberikan penugasan melalui pembebasan tarif muatan barang ini untuk meringankan penderitaan para korban bencana di NTT,” kata Ardiansyah.
Ardiansyah mengajak instansi dan lembaga lainnya yang ingin memanfaatkan fasilitas pengiriman bantuan gratis untuk menyerahkan barang bantuan melalui Posko Bersama di Terminal Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kapal PELNI berikutnya yang dijadwalkan menuju Maumere dari Pelabuhan Tanjung Priok adalah KM Tidar pada 29 Agustus 2026. Kapal tersebut diperkirakan tiba di Maumere pada 2 September 2026.
Melalui kolaborasi bersama Kementerian Perhubungan, KSOP, Pelindo, serta berbagai instansi dan lembaga, PELNI berkomitmen mendukung distribusi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT melalui konektivitas laut.
PELNI saat ini mengoperasikan 84 kapal yang terdiri atas 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, sembilan kapal tol laut, dan satu kapal ternak. Layanan tersebut menjangkau berbagai wilayah Indonesia melalui jaringan pelayaran dan pelabuhan yang luas.
Editor: OF