Pendulang Emas Kembali Padati Jalan Ahmad Yani, Tunggu Kepastian Pembelian
Puluhan pendulang emas tradisional kembali menduduki kawasan Jalan Ahmad Yani, Timika
Papuanewsonline.com - 27 Mar 2026, 11:35 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Timika – Puluhan pendulang emas tradisional kembali menduduki kawasan Jalan Ahmad Yani, Timika, pada Kamis (26/3/2026). Kehadiran mereka dipicu oleh melemahnya harga jual emas serta belum optimalnya penyerapan hasil dulang oleh para pengusaha setempat. Konsentrasi massa terlihat mulai dari pertigaan PIN Seluler hingga arah Pasar Gorong-gorong.
Meski tidak melakukan demonstrasi aktif, kerumunan ini
menyebabkan arus lalu lintas terhambat sehingga pihak kepolisian harus
melakukan pengalihan jalur ke rute alternatif.
Koordinator pendulang, Simon Rahanjaan, menjelaskan bahwa
para pendulang berkumpul untuk menanti realisasi pembelian emas oleh pengusaha
yang sebelumnya telah menyatakan kesiapan.
Menurutnya, saat ini terdapat tiga toko emas, yakni Hanna,
Citra, dan Azka, yang bersedia membeli hasil dulang. Namun, proses transaksi
masih terkendala antrean pencairan dana di pihak pengusaha.
"Kami di sini untuk menunggu kepastian agar hasil kerja
keras para pendulang bisa segera terserap," ujar Simon di lokasi kejadian.
Saat ini, harga jual emas di tingkat pendulang mengalami
penurunan dan berada di kisaran Rp1,7 juta hingga Rp1,8 juta per gram.
Selain harga yang melemah, para pengusaha juga menerapkan
kebijakan pembatasan pembelian maksimal hanya tiga gram per orang.
Kondisi ini memaksa para pendulang untuk tetap bertahan di
lokasi hingga seluruh hasil bumi yang mereka bawa dapat terjual habis.
Mereka berharap ada solusi cepat agar kebutuhan ekonomi
keluarga dapat terpenuhi di tengah fluktuasi harga tersebut.
Guna mencegah terjadinya gangguan keamanan, pihak pendulang
terus melakukan koordinasi intensif dengan aparat kepolisian.
Hingga sore hari pukul 15.10 WIT, puluhan personel Polres
Mimika masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pengamanan dan memfasilitasi
negosiasi antara pendulang dan pemilik toko.
Aparat mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan menjaga
situasi agar tetap kondusif selama proses transaksi berlangsung di kawasan
pusat ekonomi tersebut.
Penulis: Jid
Editor: GF