Polri Menemukan lima Jenazah Korban Gempa Bumi dan Tanah longsor di Wilayah Cianjur Jawa Barat
Dedi menjelaskan dua dari lima jenazah tersebut merupakan ibu dan anak yang sedang berpelukan ketika tertimbun tanah longsor di Desa Cijedil
Papuanewsonline.com - 25 Nov 2022, 18:33 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Jakarta-Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa kelima jenazah tersebut telah
ditemukan setelah Polri dan Basarnas
kerahkan anjing pelacak atau K9 untuk mencari jenazah di
Desa Cijedil, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.
Dedi
menjelaskan dua dari lima jenazah tersebut merupakan ibu dan anak yang sedang
berpelukan ketika tertimbun tanah longsor di Desa Cijedil.
"Dua
dari lima jenazah yang ditemukan itu adalah ibu
dan anak yang sedang berpelukan saat tim menemukannya," tuturnya dalam
keterangan resmi di Cianjur, Jumat (25/11/2022).
Dedi
mengungkapkan bahwa proses evakuasi lima jenazah tersebut tidaklah mudah.
Pasalnya, kata Dedi, medannya cukup sulit karena lokasinya di bawah dan dekat
sungai.
"Pengangkatan
jenazah dilakukan menggunakan tandu bambu oleh enam orang personil gabungan di
TKP," katanya.
Menurut
Dedi, kelima jenazah yang ditemukan hari ini Jumat 25 November 2022 tersebut
langsung dibawa ke RSUD Sayang Cianjur untuk proses identifikasi.
"Kelima
jenazah itu langsung dibawa ke RSUD Sayang untuk proses identifikasi,"
ujarnya.
Dedi
menegaskan bahwa Polri dan tim gabungan bakal terus melakukan pencarian dan
evakuasi terhadap seluruh korban gempa bumi dan longsor yang masih hilang di
sepanjang wilayah Cianjur Jawa Barat.
Mantan
Kapolda Kalimantan Tengah itu menyebut bahwa pencarian dan evakuasi terhadap
korban dilakukan sejak pagi hingga malam hari.
"Kami
tidak akan berhenti sampai di sini, Polri dan tim gabungan bakal terus
melakukan pencarian terhadap seluruh korban gempa bumi dan longsor di
Cianjur," tuturnya.
Seperti
diketahui, pengerahan K9 oleh Polri sudah dilakukan sejak pagi tadi. Pengerahan
personel dilakukan dari Polri, TNI, dan Basarnas.
Daerah
Cugenang merupakan wilayah terdampak paling parah usai longsor dan gempa
Cianjur dan Sejumlah warga masih dikabarkan hilang di sana.
Berdasarkan
data dari BNPB hingga hari Kamis (24/11/2022) sore, tercatat korban meninggal
bertambah menjadi 272 orang. Jumlah tersebut bertambah seiring dengan tim SAR
gabungan yang menemukan korban meninggal dunia atas nama Nining (64).
Dari 272
korban tersebut, 165 jenazah berhasil diidentifikasi. Sementara, 107 jenazah
lainnya masih terus dicari identitasnya.(Redaksi)