Puskesmas Timika Catat 7.233 Kasus Malaria Tahun 2025, Jadi Penyakit dengan kasus Terbanyak
Puskesmas Timika mencatat sebanyak 7.233 kasus malaria yang terdeteksi sepanjang tahun 2025
Papuanewsonline.com - 13 Mar 2026, 23:19 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Timika – Puskesmas Timika mencatat sebanyak 7.233 kasus malaria yang terdeteksi sepanjang tahun 2025, menjadikannya penyakit dengan jumlah kasus terbanyak yang ditangani dibandingkan penyakit lainnya. Kepala Puskesmas Timika Moses Untung menyampaikan bahwa selama periode tersebut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 411.768 pasien dari berbagai wilayah kerja.
"Dari total pemeriksaan yang dilakukan, sebanyak 7.233
pasien dinyatakan positif mengidap malaria," ujarnya
Menurut Moses, jumlah kasus tahun 2025 sedikit lebih tinggi
dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar dipengaruhi oleh
perluasan cakupan pemeriksaan yang membuat lebih banyak kasus berhasil
teridentifikasi.
Selain faktor lingkungan dan rendahnya penerapan Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat hingga
tuntas juga menjadi permasalahan utama. Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 80
persen pasien mengaku pernah terkena malaria dalam tiga bulan terakhir namun
tidak menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran.
"Kepatuhan yang rendah ini berpotensi menyebabkan
kekambuhan dan penyebaran penyakit lebih luas," tambahnya.
Wilayah kerja Puskesmas Timika mencakup lima kelurahan dan
satu kampung di Distrik Mimika Baru, yaitu Kelurahan Kebun Siri, Kwamki Baru,
Koperapoka, Dinggo Narama, Otomona, serta Kampung Nayaro. Kelurahan Kebun Siri
menduduki peringkat pertama dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 3.732 kasus,
atau sekitar 52 persen dari total kasus di wilayah kerja puskesmas.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat
upaya penanggulangan melalui Program Tanggulangi Eliminasi Malaria dengan fokus
pada pemeriksaan darah, pengobatan, dan pemantauan kepatuhan pengobatan sampai
tuntas.
"Target kami tahun ini adalah mencapai dua juta
pemeriksaan malaria untuk seluruh wilayah Mimika," ungkap Moses dengan
penuh tekad.
Selain itu, juga dilakukan pemetaan lokasi potensial sebagai
sarang perkembangbiakan nyamuk penyebab malaria.
Selain malaria, Puskesmas Timika juga mencatat sejumlah
penyakit lain dengan kasus yang cukup tinggi.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit
terbanyak kedua dengan total 3.890 kasus sepanjang 2025, sedangkan kasus
Tuberkulosis tercatat sebanyak 400 kasus.
Untuk penyakit tidak menular, kunjungan pasien dengan
Hipertensi mencapai 1.624 kasus, dan Diabetes Melitus sebanyak 1.333 kasus
selama tahun yang sama.
"Kami berharap dengan berbagai program yang digalakkan,
tidak hanya kasus malaria yang dapat ditekan, namun juga penyakit-penyakit lain
yang menjadi beban kesehatan masyarakat," pungkas Moses.
Penulis: Jid
Editor: GF