logo-website
Sabtu, 21 Mar 2026,  WIT

SALAT IDULFITRI 1447 H DI MIMIKA BERLANGSUNG KHIDMAT MESKI SEMPET DIGUYUR HUJAN

Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H di Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, tetap berlangsung dengan penuh kekhusyuan meski sempat diguyur hujan ringan

Papuanewsonline.com - 21 Mar 2026, 21:22 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Bupati Mimika, Johannes Rettob saat memberikan sambutan di Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika pada Sabtu pagi (21/3/2026).

Papuanewsonline.com, Timika – Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H di Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, tetap berlangsung dengan penuh kekhusyuan meski sempat diguyur hujan ringan pada Sabtu pagi (21/3/26). Walaupun cuaca sempat membuat lokasi lengang hingga pukul 06.30 WIT, antusiasme umat Muslim tidak surut.


Jamaah mulai memadati area dengan membawa payung dan perlengkapan tambahan untuk melapisi sajadah dari sisa air hujan, menunjukkan semangat ibadah yang tinggi di hari kemenangan.

Ibadah yang dipimpin oleh Imam H. Muslimin Umar dan Khatib Ustaz Abdul Syakir ini dimulai sekitar pukul 07.30 WIT tepat setelah langit mulai cerah. Ketua PHBI Mimika, Ustaz Joko Prianto, mengapresiasi kesabaran jamaah yang tetap setia menunggu meski acara sedikit tertunda karena faktor cuaca dan kendala teknis.

Ia berharap momen ini menjadi ajang syukur setelah sebulan penuh berpuasa untuk kembali ke fitrah yang suci.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang turut hadir di lokasi, menegaskan bahwa Idulfitri adalah simbol kemenangan dalam mengendalikan diri dan meningkatkan ketakwaan.

Ia menekankan pentingnya menjaga nilai kebersamaan dan toleransi sebagai fondasi utama masyarakat Mimika yang harmonis.

"Kemenangan ini adalah keberhasilan memperkuat hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia tanpa memandang perbedaan suku maupun agama," tutur Bupati dalam sambutannya.

Dalam khutbahnya, Ustaz Abdul Syakir mengingatkan bahwa indikator kesuksesan puasa tecermin pada perubahan sikap yang lebih berempati dan peduli terhadap sesama.

Ia mengajak jamaah untuk memperkuat kesalehan sosial melalui zakat sebagai sarana membersihkan jiwa serta harta.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE