Santai Sore di Taman Mappi Bangkit, Pj Bupati Mendengar Curhatan Anak-anak Putus Sekolah
Pj Bupati menyatakan persoalan ini harus jadi perhatian utama dan menjadi atensi bagi semua OPD.
Papuanewsonline.com - 17 Mei 2023, 14:19 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, MAPPI
- Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar S.,STP,M.Si menemui anak-anak putus
sekolah yang berjumlah sekitar 28 orang di Kota Kepi. Lewat pertemuan yang
berlangsung di Taman Mappi Bangkit pada Minggu (14/5/2023), Pj Bupati berdikusi
dengan anak-anak putus sekolah.
Dari diskusi itu, anak-anak
mengungkapkan keinginannya untuk sekolah. Menyikapi itu, Pj Bupati meminta
Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga
Berencana (DP3A-KB) untuk melakukan pendataan serta memfasilitasi anak-anak kembali
bersekolah.
“Saya pikir ini langkah awal yang
baik untuk kita mengumpul anak-anak kita yang selama ini berkeliaran tanpa
tujuan yang jelas. Ini adalah awal yang baik di hari yang baik pada hari Minggu
ini,”ungkap Pj Bupati.

Dinas Sosial dan Dinas P3A-KB
untuk membimbing anak-anak dengan melibatkan semua pihak mulai dari organisasi
keagamaan, organisasi pemuda, TP PKK, Bhayangkari, Persit dan semua ormas yang
ada di Mappi. Sebab, ditegaskan Pj Bupati, setiap anak berhak untuk sekolah.
Pj Bupati menyatakan persoalan
ini harus jadi perhatian utama dan menjadi atensi bagi semua OPD.
Pj Bupati menegaskan, anak -anak
ini akan di bagi menjadi tanggung jawab oleh organisasi-organisasi
kemasyarakatan sebagai Anak Asuh atau Ade Asuh, yang dibina dan didampingi oleh
organisasi baik TP- PKK, Bhayangkari, Persit, OMK, Pemuda Gereja, Lembaga
Gereja, dibawah koordinasi pembinaan dan pengawasan secara Kolaborasi dan
berkelanjutan
“Secara teknis ibu Kadis dan pak Kadis tolong
siapkan apa yang akan dilakukan setelah ini. Sehingga saat memasuki tahun
ajaran baru semua bisa diakomodir. Saya tegaskan ini bukan hanya tanggungjawab
Dinas Sosial dan Dinas P3A-KB saja tetapi tanggungjawab semua OPD yang ada.
Dinas sosial dan Dinas P3A-KB hanya sebagai koordinator. Namun kewajiban kita
semua untuk membimbing mereka,”tegasnya.
.jpeg)
Bule, sapaan salah seorang anak
menyampaikan keinginannya kepada Pj Bupati bahwa ia ingin kembali bersekolah.
Sejak putus sekolah, ia bekerja sebagai buruh di Pelabuhan Kepi untuk membantu
orang tuanya. Namun hasilnya juga digunakan untuk beli lem yang biasa disebut
lem aibon bersama teman-temannya.
“Bapak Pj Bupati, selama ini saya kerja di
pelabuhan. Tetapi sekarang saya ingin kembali sekolah,”ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas
P3A-KB, Verdinanda Genoveva mengatakan, saat ini mereka sudah mendata sebanyak
28 orang anak yang putus sekolah di Kota Kepi dan sekitarnya. Kebiasaan mereka
selama ini sering menghisap lem aibon yang berdampak buruk bagi kesehatan dan
masa depan mereka.
Dikatakan, Verdinanda bahwa 28
orang anak tersebut berdomisili di tiga
lokasi yakni di 14 orang di kota Kepi, 6 orang di Kampung Emete dan 8 orang di
jalan bandara.
Setelah mendapat instruksi dari
Pj Bupati, Verdinanda bersama jajaran terus melakukan pendataan anak-anak putus
sekolah. Disamping itu pihaknya juga menyiapkan skema untuk membimbing
anak-anak tersebut.
“Kita akan data kembali umur dan
tempat tinggal mereka, setelah itu kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait
agar mereka semua ini bisa kembali bersekolah,”tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh
Kepala Dinas Sosial, Ignasius Babaga yang meminta anak-anak tersebut untuk
berhenti menghirup lem aibon, karena hal itu bisa bisa merusak masa depan
mereka.
“Sore ini kita bersama -sama
dengan bapak Pj Bupati kita ada disini karena sayang dengan adek-adek punya
masa depan. Jadi mulai sekarang stop hirup lem aibon lagi,”pungkasnya. (Redaksi)