Selamatkan Wibawa Negara, KAHMI Desak Hentikan Rivalitas Aparat Hukum
Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas perkembangan penegakan hukum belakangan ini yang memunculkan persepsi adanya persaingan atau rivalitas antar lembaga penegak hukum.
Papuanewsonline.com - 14 Jul 2026, 08:40 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas perkembangan penegakan hukum belakangan ini yang memunculkan persepsi adanya persaingan atau rivalitas antar lembaga penegak hukum. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya jika dibiarkan, karena berpotensi merusak wibawa negara, melemahkan kepercayaan publik, serta mengganggu semangat bersama dalam memberantas korupsi yang menjadi musuh utama bangsa.
Bagi KAHMI, korupsi adalah kejahatan yang merampas hak rakyat, menghambat pembangunan, dan merusak tatanan moral bangsa.
Oleh sebab itu, pemberantasannya harus menjadi satu gerakan nasional yang menyatukan seluruh kekuatan negara, bukan menjadi ajang perebutan kewenangan atau keunggulan institusi. Jika energi justru habis terserap urusan internal antar lembaga, maka yang diuntungkan hanyalah para pelaku korupsi yang seharusnya diburu dan diadili.
MN KAHMI menegaskan bahwa Kepolisian, Kejaksaan, KPK, dan seluruh unsur penegak hukum adalah pilar negara yang seharusnya saling menguatkan, bukan saling melemahkan. Tidak ada satu lembaga pun yang mampu memenangkan perang melawan korupsi sendirian.
Sinergi, rasa hormat terhadap kewenangan masing-masing, dan komitmen tinggi demi kepentingan rakyat mutlak diperlukan agar hukum benar-benar ditegakkan demi keadilan, bukan alat kekuasaan.
Atas dasar pemikiran tersebut, KAHMI secara tegas menolak segala bentuk ego sektoral dan persaingan yang tidak sehat.
Organisasi ini mendesak Presiden mengambil kepemimpinan tegas untuk menyatukan arah gerak seluruh aparat hukum, serta meminta para pimpinan lembaga menghentikan narasi yang memperuncing ketegangan.
Masyarakat pun diajak terus mengawal jalannya penegakan hukum agar tetap berada di jalur konstitusi yang benar.
Penulis: Jid
Editor: OF