logo-website
Senin, 02 Feb 2026,  WIT

Tanah Leluhur Harga Mati: Pemuda Kamoro Geruduk DPRK, Ultimatum Perang Jadi Peringatan Keras

Front Pemilik Hak Ulayat Mimika memblokade halaman Kantor DPRK Mimika dan menuntut ketegasan pemkab mimika untuk menyelesaikan sengketa sengketa tapal batas di wilayah Kapiraya

Papuanewsonline.com - 25 Nov 2025, 20:58 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Tampak aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Front Pemilik Hak Ulayat Mimika dihadapan para anggota DPRK Mimika, Selasa (25/11/2025).

Papuanewsonline.com, Mimika - Front Pemilik Hak Ulayat Mimika memblokade halaman Kantor DPRK Mimika, Selasa (25/11/2025), dalam aksi demonstrasi yang menegangkan. Tuntutan mereka satu: pemerintah harus bertindak tegas menyelesaikan sengketa tapal batas di wilayah Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah. Suasana semakin mencekam ketika Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (APK), Rafael Taorekeyau, dengan lantang menyatakan kesiapan untuk mengangkat senjata.


"Ini tanah adat kami, Tuhan sudah tentukan!" seru Rafael Taorekeyau dengan nada penuh emosi.

 "Hari ini kembalikan kami ke Bomberai bukan Meepago! Masyarakat adat pemilik hak ulayat hanya punya dua pilihan: terima aspirasi kami dan selesaikan, atau kami perang!" Ultimatum ini jelas menunjukkan betapa frustrasinya masyarakat Kamoro atas lambatnya penanganan konflik ini.

Para pemuda Kamoro menuntut agar pemerintah daerah Deiyai dan Mimika mencapai kesepakatan final terkait batas wilayah sebelum Natal 2025.

Mereka menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab penuh atas wilayah adat Mimika Wee dan menolak keras segala upaya pemekaran kampung di atas tanah leluhur mereka tanpa adanya musyawarah yang melibatkan pemilik hak ulayat.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE