Tanah Leluhur Harga Mati: Pemuda Kamoro Geruduk DPRK, Ultimatum Perang Jadi Peringatan Keras
Front Pemilik Hak Ulayat Mimika memblokade halaman Kantor DPRK Mimika dan menuntut ketegasan pemkab mimika untuk menyelesaikan sengketa sengketa tapal batas di wilayah Kapiraya
Papuanewsonline.com - 25 Nov 2025, 20:58 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika - Front Pemilik Hak Ulayat Mimika memblokade halaman Kantor DPRK Mimika, Selasa (25/11/2025), dalam aksi demonstrasi yang menegangkan. Tuntutan mereka satu: pemerintah harus bertindak tegas menyelesaikan sengketa tapal batas di wilayah Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah. Suasana semakin mencekam ketika Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (APK), Rafael Taorekeyau, dengan lantang menyatakan kesiapan untuk mengangkat senjata.
"Ini tanah adat kami, Tuhan sudah tentukan!" seru
Rafael Taorekeyau dengan nada penuh emosi.
"Hari ini
kembalikan kami ke Bomberai bukan Meepago! Masyarakat adat pemilik hak ulayat
hanya punya dua pilihan: terima aspirasi kami dan selesaikan, atau kami
perang!" Ultimatum ini jelas menunjukkan betapa frustrasinya masyarakat
Kamoro atas lambatnya penanganan konflik ini.
Para pemuda Kamoro menuntut agar pemerintah daerah Deiyai
dan Mimika mencapai kesepakatan final terkait batas wilayah sebelum Natal 2025.
Mereka menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab
penuh atas wilayah adat Mimika Wee dan menolak keras segala upaya pemekaran
kampung di atas tanah leluhur mereka tanpa adanya musyawarah yang melibatkan
pemilik hak ulayat.
Penulis: Jid
Editor: GF