TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Tolak Perayaan Kemerdekaan, Klaim Bertanggung Jawab atas Penyerangan
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis pernyataan Sabtu (8/8/2026) yang menyatakan penolakan tegas terhadap peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Papua.
Papuanewsonline.com - 09 Agu 2026, 08:35 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Mimika – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis pernyataan Sabtu (8/8/2026) yang menyatakan penolakan tegas terhadap peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Papua.
Kodap III Ndugama Derakma mengaku telah melakukan penembakan dan penyerangan sepanjang ruas jalan Trans Wamena menuju Kampung Walesi sekitar pukul 12.04–13.00 WIT, dan menyatakan siap bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Pelaksanaan penyerangan dipimpin Ebarowak Gwijangge bersama Paldo Nirigi dan Batalyon 8 Albu di bawah perintah Brigjen Egianus Kogeya dan Mayor Maleo Kogeya.
Pihaknya menyebut aksi itu sebagai bentuk penolakan terhadap perayaan kemerdekaan bangsa lain di atas tanah Papua. Jumlah korban dari pihak lawan diklaim ada, namun belum dapat dipastikan jumlah pastinya.
Brigjen Egianus Kogeya menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto agar seluruh aktivitas pemerintahan di Papua segera dihentikan.
Jika tidak diindahkan, pihaknya mengancam akan menindak tegas siapa pun yang dianggap mendukung kehadiran pemerintah, termasuk pelaku usaha, jasa pengemudi, hingga proyek pembangunan yang berjalan di wilayah tersebut.
TPNPB juga mengingatkan masyarakat Papua bahwa hari kemerdekaan yang diperingati adalah tanggal 1 Desember 1961, bukan tanggal peringatan kemerdekaan negara lain.
Pernyataan ini kembali menegaskan pandangan yang berbeda terhadap status dan peringatan hari kemerdekaan di tanah Papua.
Penulis: Jid
Editor: OF