Wakapolda Papua Hadiri Kegiatan Penanaman Bibit Pohon Manggrove Secara Serentak di Seluruh Indonesia
Penanaman Bibit Pohon Manggrove Secara Serentak di Pantai Ciberi Kampung Enggros Distrik Abepura Kota Jayapura
Papuanewsonline.com - 16 Mei 2023, 15:06 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakapolda Papua Brigjen Pol
Ramdani Hidayat, S.H beserta Pejabat utama Polda Papua hadiri Penanaman Bibit
Pohon Manggrove Secara Serentak di Seluruh Indonesia yang bertempat di Pantai
Ciberi, Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Senin (15/5).
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Jhony Banua Rouw,
S.E, Danlantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono, M.Tr.Opsla,
Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, Kepala perwakilan
Bank Indonesia di Papua, Juli Budi Winantya serta sejumlah tokoh juga turut
mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan Penanaman bibit pohon Manggrove Secara Serentak di
Pantai Ciberi Kampung Enggros Distrik Abepura Kota Jayapura ini sangat penting
guna menekan abrasi, untuk menjaga kestabilan ekosistem pantai dan sebagai
tindakan preventif dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya perairan laut
terhadap setiap aktivitas yang mengancam kerusakan lingkungan dan sumber daya
laut pesisir pantai.
Pada sambutannya, Dan lantamal X Jayapura menyampaikan bahwa
Kegiatan ini awalnya direncanakan akan dilaksanakan pada esok hari Tanggal 16
pukul 10.00 WIB namun karena dinamika dan banyaknya kegiatan bapak Presiden
sehingga kegiatan penanaman bibit pohon mangrove ini dimajukan pada tanggal 15
Mei 2023 pada pukul 16.00 WIB.
“Mengingat di Papua pada pukul 16.00 WIB cuaca sudah mulai
gelap sehingga Pimpinan mengizinkan untuk wilayah bagian timur dapat dilaksanakan
mendahului akan tetapi kegiatan ini tetap diliput dan nantinya akan kami
laporkan ke pusat,” ucapnya.

Seperti yang diketahui bersama, ini merupakan program tahunan
yang dimana fungsi dari pohon mangrove itu sangat strategis yaitu utamanya
sebagai penahan abrasi pantai, dan juga mangrove ini dapat menjadi sumber
keberadaan ikan dan kepiting yang mana hal tersebut dapat menjadi sumber mata
pencaharian bagi masyarakat di pesisir pantai.
“Adanya penurunan luas hutan mangrove secara masif di teluk
youtefa yang disebabkan oleh adanya pembangunan infrastruktur seperti jalan,
pembukaan kawasan wisata, pencemaran dan penebangan oleh masyarakat untuk
kebutuhan sehari-hari. Hutan mangrove di teluk youtefa erat kaitannya dengan
masyarakat, baik secara adat maupun ekonomi,” terangnya.
Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menjaga
kelestarian ekosistem pantai serta keberlanjutan sumber daya perairan laut di
wilayah tersebut. Dengan upaya serentak seperti ini, diharapkan kesadaran akan
pentingnya perlindungan lingkungan semakin meningkat. (PNO-12)