logo-website
Rabu, 11 Mar 2026,  WIT

WVI Dorong Kepala Kampung di Papua Tengah Fokus pada Anggaran Pencegahan Stunting

Workshop Wahana Visi Indonesia Tekankan Peran Strategis Pemerintah Kampung dalam Menjamin Masa Depan Anak Papua Tengah Melalui Program Gizi dan Kesehatan Masyarakat

Papuanewsonline.com - 25 Okt 2025, 04:15 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Suasana Workshop “Fokus Anggaran dalam Mendukung Program Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Mimika” yang digelar oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) di Hotel Swiss-Belinn Timika, Kamis (23/10/2025).

Papuanewsonline.com, Timika — Wahana Visi Indonesia (WVI) kembali menegaskan pentingnya peran kepala kampung dalam memerangi masalah stunting yang masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda di Papua Tengah. Hal tersebut disampaikan dalam Workshop “Fokus Anggaran dalam Mendukung Program Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Mimika” yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Timika, pada Kamis (23/10/2025).


Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan kepala kampung, perangkat distrik, serta perwakilan dari dinas terkait ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesadaran pemangku kebijakan di tingkat kampung agar mampu mengarahkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Kampung (ADK) ke sektor yang benar-benar berdampak bagi kesehatan masyarakat — khususnya anak-anak.

Dalam paparannya, Manajer Advokasi dan Pelibatan Eksternal WVI, Junito Trias, menyampaikan bahwa sebagian besar anak yang mengalami risiko stunting di Papua Tengah berasal dari wilayah kampung. Oleh karena itu, intervensi di tingkat akar rumput menjadi langkah paling efektif untuk mencegah terjadinya kasus baru.

“Masa depan anak-anak Papua Tengah sesungguhnya berada di tangan kepala kampung. Dari kebijakan dan perencanaan merekalah, kesehatan anak-anak ditentukan,” tegas Junito.

Ia menjelaskan bahwa banyak kampung selama ini masih memprioritaskan penggunaan dana untuk proyek infrastruktur seperti pembangunan rumah adat, fasilitas umum, atau kegiatan seremonial. Padahal, menurutnya, isu gizi dan kesehatan anak seharusnya menjadi prioritas utama dalam penganggaran.

Junito menyoroti bahwa alokasi anggaran untuk penanganan stunting masih sangat minim di sejumlah kampung. Padahal, pemerintah pusat telah memberikan ruang bagi desa untuk menggunakan dana desa secara fleksibel demi kepentingan masyarakat.

“Sering kali dana dari pemerintah digunakan untuk proyek yang secara sosial penting, tetapi tidak langsung berdampak pada masalah utama, yaitu stunting. Kepala kampung perlu menerjemahkan anggaran menjadi program nyata dan bermanfaat,” katanya.

WVI mendorong agar sebagian dana desa dapat dialokasikan untuk kegiatan seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, pengadaan alat timbang dan ukur di Posyandu, serta insentif kader kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan gizi di tingkat kampung.

Selain sesi pemaparan, workshop ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif antara peserta dan fasilitator. Para kepala kampung diberi ruang untuk menceritakan tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pemahaman tentang perencanaan anggaran berbasis kebutuhan gizi, hingga minimnya koordinasi antar lembaga.

Junito menegaskan bahwa keberhasilan program pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada bantuan dari pemerintah atau lembaga sosial, tetapi juga pada komitmen dan kepemimpinan kepala kampung.

“Ketika kepala kampung benar-benar memahami pentingnya kesehatan anak, maka setiap rupiah dari anggaran desa akan bermakna bagi kehidupan generasi berikutnya,” ujarnya.

Sebagai lembaga kemanusiaan yang telah lama bekerja di Papua, Wahana Visi Indonesia (WVI) terus berkomitmen mendukung pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan keluarga serta menurunkan angka stunting.
WVI juga berperan aktif dalam memberikan pendampingan teknis dan edukasi gizi di berbagai distrik di Kabupaten Mimika dan wilayah Papua Tengah lainnya.

Melalui kegiatan seperti workshop ini, WVI berharap muncul kesadaran kolektif bahwa pembangunan manusia dimulai dari kesehatan anak-anak.

“Pembangunan fisik boleh penting, tetapi membangun manusia jauh lebih bernilai. Anak yang sehat dan cerdas adalah investasi terbaik untuk masa depan Papua Tengah,” tutup Junito.



Penulis: Bim


Editor: GF

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE