2 Anak Putus Sekolah di Dogiyai, Minta Diajarkan Baca Tulis
Program (Si-Ipar) Membantu Anak-anak Usia Dini Untuk Meningkatkan Pendidikan Di Kabupaten Dogiyai
Papuanewsonline.com - 17 Mei 2023, 14:01 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Dogiyai – Program Polisi Pi Ajar
(Si-Ipar) mulai diminati masyarakat di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua
Tengah. Hal itu terbukti 2 anak berusia 12 tahun yang putus sekolah minta
diajari membaca dan menulis.
Kasubsatgas
Wilayah Dogiyai AKP Michael L. Ayomi, S.Sos, menjelaskan melalui
Si-Iparnya pihaknya menjaring anak-anak usia dini untuk diajarkan, termasuk
anak-anak putus sekolah. Metode pembelajarannya juga berbeda-beda sesuai
tingkatan usia mereka.
“Namun
hari ini kami kedatangan 2 orang anak yang putus sekolah di tingkat SD dan
usianya kini sudah 12 tahun, namanya Samuel Kudupa dan Oktovianus Dakipi.
Mereka datang dan meminta untuk diajari membaca dan menulis. Hal ini membuat
kami senang,” jelasnya.
Samuel
Kudupa dan Oktovianus selain diajarkan tentang membaca dan menulis, oleh
personel Satgas Binmas juga memberikan pelajaran tentang wawasan kebangsaan.
Kedepannya, kedua anak ini akan diperjuakan untuk mendapat ijazah paket A
dengan harapan agar kembali bersekolah dijenjang formal.
“Mereka
bercerita kepada kami, agar kelak bisa pintar dan bisa memiliki cita-cita.
Mendengar itu anggota kita senang dan haru,” pungkasnya.

Michael
menuturkan bahwa figur Polisi mengajar memberikan nilai positif dari sisi
kedekatan anggota Polri bersama masyarakat. Si-Ipar rutin dilaksanakan personel
Binmas Rasaka Cartenz wilayah Dogiyai guna mendukung peningkatan kualitas
Pendidikan di Papua.
“Kalau
kita lihat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Dogiyai cukup rendah
yakni sekitar 54,64 atau dibawah 60. Melalui Si-Ipar kita ingin membantu
pemerintah meningkatkan IPM khususnya dari segi pendidikan,” lugasnya.
Personel
Satgas Binmas yakni Aipda Taslim merupakan salah satu pendidik yang ditugaskan
untuk mengajari anak-anak binaan. Ia juga sangat sabar memberikan pelajaran
berupa membaca dan menulis kepada anak-anak di Distrik Mapia yang tidak
bersekolah.
“Secara
perlahan, anak-anak bahkan sudah bisa membaca dan menulis, hal ini menandakan
bahwa program Si-Ipar memberikan dampak positif untuk pendidikan di Kabupaten
Dogiyai,” kata Aipda Taslim. (PNO-11)