logo-website
Senin, 13 Jul 2026,  WIT

50 Tahun Berdiri, SMP YPPK Yohanis Pemandi Lahirkan Banyak Alumni Hebat

Papuanewsonline.com - 22 Feb 2023, 15:18 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Papuanewsonline.com, Asmat- Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 tahun SMP YPPK St. Yohanis Pemandi Agats yang dilaksanakan pada Selasa  21 Februari 2023, berlangsung meriah dan penuh khidmat.

Perayaan syukur itu tak hanya diikuti oleh seluruh keluarga besar, namun juga melibatkan para alumni hingga mantan tenaga pendidik (tendik) yang pernah mengabdi pada SMP YPKK St.Yohanes Pemandi Agats.

Sebagai sekolah tertua di Kabupaten Asmat, SMP Yohanis Pemandi juga telah berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan melahirkan jebolan- jebolan alumni yang berkualitas di tanah Papua.

"Kita punya penjabat Gubernur, kita punya kepala pengadilan negeri, kita pernah punya Bupati, punya wakil Bupati, kita punya anggota DPRD, kita punya kepala Dinas provinsi, kita punya kepala distrik, kita punya ketua KPU, kita punya pilot. Kita juga punya pastor, suster dan ketua LMA. Masih banyak lagi alumni yang berhasil dan mewarnai berbagai institusi-institusi besar Negara maupun  di daerah ini," ucap  Wakil Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo yang juga adalah alumni SMP Yohanis Pemandi Agats, saat menghadiri HUT SMP YPKK di Asmat Selasa (21/2/2023).

Safanpo dalam sambutannya mengatakan, setengah abad bukan waktu yang singkat untuk menjadi sekolah yang hebat, sehingga Masih banyak target yang akan terus digaungkan agar tetap eksis di tengah banyaknya tantangan dalam dunia pendidikan.

Ia pun mengingatkan keluarga besar SMP YPPK Yohanis Pemandi agar tetap mempertahankan kualitas proses belajar mengajar agar dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain.

"Kita sebagai orang katolik memiliki misi adalah menjadi garam dan terang, jadi Kalau kita menjadi tawar apa gunanya kita, Kalau kita menjadi sama dengan yang lain apa gunanya kita," Ungkapnya.

Ia pun mengajak siswa-siswi dan segenap civitas SMP Yohanis Pemandi untuk dapat menciptakan budaya literasi, yang baik sehingga dapat mengikuti perkembangan saat ini.

"Generasi yang tiap hari pegang Hendpone adalah generasi yang masa depannya gelap, sehingga saya berharap  untuk siswa- siswi Kurangi main Hendpone, dan perbanyak baca buku. Sering seringlah kunjungi perpustakaan," Pungkasnya.(Piter)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE